PENGARUH UMUR, POSISI AKSIAL DAN RADIAL TERHADAP SIFAT-SIFAT PEREKATAN KAYU AKASIA
UPIT FARIDA, Prof. Dr. Ir. T. A. Prayitno, M. For
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenurunan produksi pada produk industri hasil hutan diawali pada tahun 1997/1998 dengan adanya krisis ekonomi global. Hal ini disebabkan karena semakin menurunnya potensi hutan alam, dimana pasokan kayu bundar yang berasal dari hutan alam jumlah dan mutunya semakin berkurang. Keadaan tersebut menuntut adanya pemanfaatan bahan baku altematifdengan sifat cepat tumbuh dan memenuhi persyaratan sebagai bahan baku industri. Kayu akasia(Acacia auriuliformis)termasuk kelas tumbuh sedang dengan riap rata-rata pada umur 10 tahun sebesar 16,8 m3, kelas kuat n-IIT, kelas awet ill dapat digunakan sebagai bahan baku altematif industri hasil hutan (Sastroamidjojo, 1976). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur, posisi aksial dan radial terhadap sifat-sifat perekatan kayu akasia. Bahan penelitian yang digunakan adalah kayu akasia yang berasal dari hutan rakyat Gunung Kidul dengan umur 5, 10 dan 15 tahun dan merupakan sampel program SP4 Jurusan THH UGM. Bahan perekat yang digunakan adalah urea fonnaldehida tipe 140 dan pengeras ~CI yang berasal dari PTPamolite AdhesiveIndustryProbolinggo. Penelitian ini menggunakan rancangan aeak lengkap yang disusun secara faktorial dengan tiga faktor yaitu :umur, posisi aksial dan posisi radial. Parameter yang diuji adalah kadar air kering udara, berat jenis kering tanur, wetabilitas kayu, keteguhan rekat pada kondisi kering udara dan kondisi basah, persen kemsakan kayu pada kondisi kering udara dan pada kondisi basah (Hanafiah, 1997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor aksial dan radial berpengaruh nyata terhadap kadar airkering udara. Nilai kadarair kering udara terendah sebesar 11,241% diperoleh pada kombinasi posisi aksial pada pangkal dan posisi radial pada dekat kulit Interaksi antara faktor aksial dan umur berpengaruh sangat nyata terhadap keteguhan rekat kondisi basah. Nilai keteguhan rekat kondisi basah tertinggi sebesar 164,294 Kg/cm2 diperoleh pada kombinasi posisi aksial pada tengah dan posisi radial pada dekat hati. Faktor umur berpengaruh nyata terhadap berat jenis dan wetabilitas. Semakin tua umUf, maka beratjenis cenderung meningkat dari 0,742 ke 0,750. Wetabilitas cenderung menurun dari 282,529 mm ke 200,101 tnm. Faktor posisi radial berpengaruh sangat nyata terhadap kadarair kering udara, berat jenis kering tanur, keteguhan rekat kondisi kering udara, keteguhan rekat kondisi basah, persentase kerusakan kayu kondisi kering udara dan berpengaruh nyata terhadap wetabilitas dan persen kemsakan kayu kondisi basah. Dari dekat hati ke dekat kulit kadar air kering udara semakin menurun dari 12,399% ke 11,781%r; beratjenis kering tanur semakin menin~kat dari 0,690 ke 0,758; keteguhan rekat kondisi kering udara semakin menurun dati 112,764 Kg/em ke 76,402 Kg/em2; keteguhan rekat kondisi basah semakin menurun dari 139,758 Kg/em2 ke 94,036 Kg/cm2; persen kerusakan kayu kondisi kering udara semakin menurun dari 47,841% ke 21,147%; wetabilitas semakin menurun dari 265,700 mm ke 203,863 mm; persen kerusakan kayu kondisi basah semakin menurun dati 23,736% ke 8,666%.
Kata Kunci : UP, kadar air, beratjenis, wetabilitas, keteguhan rekat, kerusakan kayu