Laporkan Masalah

PENGARUH PENCUKURAN RAMBUT TERHADAP STATUS FAALI DAN PERTUMBUHAN DOMBA EKOR TIPIS DAN DOMBA GARUT BETINA

RIFARI SATRIO S, Prof. Dr. Ir. Nono Ngadiyono, MS., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si., IPU., ASEAN Eng.

2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status faali dan pertumbuhan domba Ekor Tipis (DET) dan Garut yang dicukur dan tidak. Penelitian ini menggunakan 12 ekor terdiri atas enam ekor DET dan enam ekor domba Garut berumur empat hingga enam bulan. Domba dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok D1 tiga ekor DET yang tidak dicukur, D2 tiga ekor DET yang dicukur, D3 tiga ekor domba Garut yang tidak dicukur dan D4 tiga ekor domba Garut yang dicukur. Rerata bobot badan awal ternak kelompok D1 10,7±1,14 kg; D2 10,23±0,45 kg; D3 13,33±0,84 kg; dan D4 14,67±0,87 kg. Penelitian dilaksanakan di Sinatria Farm, Harjobinangun, Sleman, Yogyakarta pada bulan Januari hingga Maret 2021. Domba dipelihara pada kandang panggung individu dengan ukuran 1,5 x 1 m2. Pakan yang diberikan berupa hijauan, terdiri dari rumput odot, kangkung kering, serta konsentrat. Pakan konsentrat yang diberikan sebanyak 3% bobot badan dalam bentuk as fed, dengan perbandingan konsentrat dan hijauan adalah 60:40. Data yang diambil adalah respirasi, frekuensi pulsus, temperatur rektal, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), konversi pakan, dan pertambahan rambut. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan RAL pola faktorial dibantu program SPSS untuk melihat interaksi antara pengaruh pencukuran rambut dan bangsa domba. Status faali, PBBH, dan pertambahan rambut antara domba yang dicukur dan tidak dicukur berbeda nyata. Konsumsi pakan dan konversi pakan tidak berbeda nyata. Termperatur rektal dan konsumsi pakan DET dan domba Garut berbeda nyata. Tidak terdapat interaksi antra pencukuran rambut dan bangsa. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah pencukuran rambut berpengaruh terhadap status faali dan pertumbuhan DET dan domba Garut. DET memiliki temperatur rektal dan konsumsi pakan lebih tinggi dibandingkan domba Garut, namun secara keseluruhan pertumbuhan antara DET dan domba Garut betina fase lepas sapih adalah cenderung sama.

This research was aimed to determine the difference of physiological condition and growth of Thin Tailed and Garut sheep as a result of shearing and unshearing. The study used twelve female sheep aged four to six months, consisted six heads of Thin Tailed sheep and six heads of Garut sheep. The sheep were divided into four groups, each group consisted of three sheep. The D1 group was unsheared Thin Tailed sheep, the D2 was sheared Thin Tailed sheep, the D3 was unsheared Garut sheep, and the D4 was sheared Garut sheep. The average initial weight of D1 group was 10,7±1,14 kg; D2 was 10,23±0,45 kg; D3 was 13,33±0,84 kg; and D4 was 14,67±0,87 kg. The research was conducted at Sinatria Farm, Harjobinangun, Sleman, Yogyakarta from January to March 2021. The sheep placed in the individual pen with an area of 1,5 x 1 m2. The feed materials were forage grass, dried water spinach, and concentrate feed. The concentrate given at 3% of body weight (as fed) and ratio between concentrate to forage was 60:40. The parameters taken include respiration rate, pulse rate, rectal temperature, feed intake, average daily gain (ADG), feed conversion, and hair growth. Data was analyzed with 2x2 factorial design, using SPSS program to find an interaction between effect of sheared and breed. Physiological condition, ADG, and hair growth between unsheared and sheared sheep were statistically significant. Feed intake and feed conversion were not statistically significant. Rectal temperature and feed intake between Thin Tailed and Garut sheep were significantly different. It was concluded that the shearing has effect on the physiological condition and growth Thin Tailed and Garut sheep. Thin Tailed sheep in terms of rectal temperature and feed intake was higher than Garut sheep, but overall growth performance on the post-weaning phase was the same.

Kata Kunci : Domba Ekor Tipis, Domba Garut, Pencukuran, Status faali, Pertumbuhan

  1. S1-2021-399177-abstract.pdf  
  2. S1-2021-399177-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-399177-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-399177-title.pdf