Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI TEKNIK PERBANYAKAN SENGON {Paraserianthes falcataria) (L) Nielsen SECARA TRADISIONAL DALAM SISTEM AGROFORESTRI Studi Kasus Desa Bogoran Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo

FARID WAJDI, Dr.Ir.H. Moch. Sambas, Sn., M.Sc

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pada sistem agroforestri tradisional terdapat beberapa teknik perbanyakan bibit untuk permudaan pengayaan paska penebangan. Studi kasus pada Desa Bogoran menunjukkan bahwa praktek pengayaan berhadapan dengan sifat intoleran sengon yang mendorong masyarakat melakukan modifikasi beberapa teknik "silvikultur" yang ada untuk meningkatkan tingkat keberhasilan permudaan. Penelitian ini dilakukan bulan luli sampai November 2004 dan berlokasi di Desa Bogoran Keeamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Metode yang dipakai adalah interview dan observasi pada kasus perbanyakan tradisional yang ada dan berkaitan dengan jenis, sejarah, praktek pembuatan, dan dampak terhadap kondisi tegakan dan produk kayu. Hasil penelitian menunjukkn bahwa di daerah Bogoran terdapat empat jenis teknik perbanyakan sengon tradisional yaitu: permudaan alam generatif: trubusan, eangkok dan stump. Praktek perbanyakan untuk pennudaan alam generatif dimulai sejak tahun 1949, sedangkan trubusan, eangkok, dan stump dimulai sekitar tahun 1986. Permudaan dengan memanfaatkan trubusan memiliki pertumbuhan diameter, tinggi, tinggi bebas eabang yang lebih dominan dengan indikasi rata-rata pertumbuhan terbesar bila dibandingkan dengan permudaan menggunakan biji, stump dan eangkok. Pada perbanyakan eangkok persentase batang bengkok sebesar 44 persen sedangkan pada stump 36 persen. Hal ini disebabkan oleh pemotongan batang utama yang berakibat munculnya tunas samping. Dampak negatifteknik perbanyakan tradisional tersebut terdapatnya lubang pada kayu teras sebagai akibat serangan jamur pembusuk eoklat. Pada kayu hasil tebangan, besar lubang berukuran antara 1-5 em dan panjang lubang antara 1-2 meter namun serangan tersebut berkisar 10 persen pada tiap hasil tebangan.

Kata Kunci : perbanyakan sengon, agroforestri, intoleran.

  1. S1-2005-113581_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2005-113581_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2005-113581_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2005-113581_TITLE.pdf