Analisis Hubungan Dana Desa dan Status Desa di Kabupaten Parigi Moutong
HENDRIK BASTIAN, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., Ak., CA.
2021 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanKebijakan dana desa merupakan sebuah program dengan cakupan nasional di Indonesia yang menerapkan pendekatan Community Driven Development (CDD), yaitu adanya transfer kewenangan kepada komunitas atau masyarakat lokal untuk mengatasi ketimpangan pembangunan wilayah di perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dana desa dan status desa khususnya di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah yang terdiri dari 278 desa, dengan periode waktu selama 2 tahun (2019-2020). Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda data panel, dengan model Fixed Effect Model (FEM) dan menggunakan data sekunder yang disusun menjadi data panel pendek. Hasil analisis dengan model Fixed Effect Model menemukan hubungan dana desa dan status desa yang signifikan pada tingkat signifikansi 0,05 atau 5% dengan arah hubungan yang positif. Hasil estimasi menunjukkan perubahan dana desa per kapita sebesar 1% dapat menyebabkan perubahan nilai Indeks Desa Membangun (IDM) yang menentukan klasifikasi status desa, sebesar 0,0223843 satuan/poin. Elastisitas variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini, diketahui bahwa dari 5 variabel kontrol terdapat 2 variabel, yang memiliki hubungan signifikan terhadap status desa pada tingkat signifikansi 0,1 atau 10%, yaitu variabel luas wilayah dengan arah hubungan positif dan dan variabel kepemimpinan dengan arah hubungan negatif, sedangkan 3 variabel kontrol lainnya yaitu variabel alokasi dana desa, tipologi dan program kabupaten usulan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong yang terakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten, ditemukan tidak signifikan secara statistik.
The village fund policy is a program with national coverage in Indonesia that applied the Community Driven Development (CDD) approach, namely the transfer of authority to the community or local community to overcome regional development inequality in rural areas. This study aims to analyze the relationship between village funds and village status, especially in Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province which consists of 278 villages, with a period of 2 years (2019-2020). The analysis method in this study uses multiple regression analysis of panel data, with the Fixed Effect Model (FEM) model and uses secondary data that is arranged into short panel data. The results of the analysis using the Fixed Effect Model found a significant relationship between village funds and village status at a significance level of 0.05 or 5% with a positive relationship direction. The estimation results show that a 1% change in village funds per capita can cause a change in the value of the Developing Village Index (IDM), which determines the classification of village status, by 0.0223843 units/point. The elasticity of the control variables used in this study, it is known that of the 5 control variables there are 2 variables, which have a significant relationship to village status at a significance level of 0.1 or 10%, namely the area variable with a positive relationship direction and the leadership variable with a positive direction. negative relationship, while the other 3 control variables, namely the allocation of village funds, typology and district programs proposed by the Regional People's Representative Council (DPRD) of Parigi Moutong Regency which are accommodated in the district's Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD), were found not statistically significant.
Kata Kunci : Dana Desa, Community Drivent Development (CDD), Indeks Desa Membangun (IDM), Ketimpangan Pembangunan.