Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN MASYARKAT PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) SEJAHTERA XIV SOSROMENDURAN DI KELURAHAN SOSROMENDURAN, KECAMATAN GEDONGTENGEN, KOTA YOGYAKARTA

SAFIRA RAMADHANI, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.

2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

INTISARI Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang hingga saat ini masih menjadi persoalan serius bagi Indonesia. Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan menjadi masyarakat yang berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil dari pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Penelitian ini dilakukan pada KUBE Sejahtera XIV di Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta. Lokasi tersebut dipilih karena di daerah penelitian masih banyak warga yang tergolong masyarakat miskin dan sebagian besar masyarakat di daerah tersebut memiliki embrio usaha yang masih dapat terus dikembangkan. Adapun desain pada penelitian ini adalah penelitian analisis-deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah anggota KUBE Sejahtera XIV Sosromenduran, pendamping kelompok KUBE Sejahtera XIV Sosromenduran, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gedongtengen, Lurah Kelurahan Sosromenduran, serta masyarakat sekitar kelompok KUBE Sejahtera XIV Sosromenduran. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta studi kepustakaan. Guna menghindari objektifitas penelitian agar tetap terjaga, maka pada penelitian ini dilakukan uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian diketahui bahwa dari ketiga proses pemberdayaan yang diterapkan pada KUBE Sejahtera XIV Sosromenduran tidak semuanya memberikan kontribusi penuh terhadap masyarakat. Tahap penyadaran yang dilakukan dengan memberikan motivasi kepada anggota dapat membuat kelompok menjadi bersemangat untuk merubah keadaan menjadi lebih baik. Tahap pengkapasitasan yang diterapkan kepada kelompok dengan melakukan bimbingan terkait pengelolaan dana bantuan yang diberikan belum mampu memberikan kontribusi maksimal kepada kelompok, hal ini dikarenakan tidak semua anggota mampu untuk menginternalisasikan nilai-nilai yang telah diajarkan. Adapun tahap pemberian daya dilakukan dengan memberikan peluang kepada seluruh anggota kelompok mampu mendorong masyarakat untuk terlibat dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan kelompok sehingga dapat berkembang bersama.Hasil dari pemberdayaan adalah tidak semua anggota kelompok memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup dalam megelola dana bantuan sehingga sebagian usaha masing-masing anggota maupun usaha yang dikelola bersama berupa toko kelontong tidak dapat berkembang. Kata Kunci : Kelompok Usaha Bersama (KUBE), pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan

ABSTRACT Poverty is one of the social problems which still seen as severe in Indonesia. To handle this problem, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) was established. KUBE is a community empowerment program whose goal is to increase the knowledge and skills of the community. Then, it may improve their welfare which then leads them to become an empowered community. This study aims to determine the process and results of community empowerment through Kelompok Usaha Bersama (KUBE). This research was conducted at KUBE Sejahtera XIV in Sosromenduran Village, Gedongtengen District, Yogyakarta City. The researcher chose this location because there are still many people classified as poor here. Many people in the area also have business embryos that still have some potentials. The design in this research is qualitative descriptive-analytic study, and in determining the informants using purposive sampling. Informants in this study were members of KUBE Prosperous XIV Sosromenduran, group assistants to the KUBE XIV Sosromenduran, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gedongtengen, Village Chief of Sosromenduran Village, and the people around the KUBE Prosperous XIV group Sosromenduran. The researcher collected the data from observation, interviews, and literature study. To maintain the objectivity in this study, the researcher has tested the validity of the data using triangulation. The results showed that of the three empowerment processes applied to KUBE Sejahtera XIV Sosromenduran, not all of them gave full contributions to efforts to community. In the awareness stage, which is done by motivation the members, this activity aimed to give the group motivation to change things for the better. The next step was capacity building. It applied to groups by providing guidance related to the management of business development assistance funds. However, this step has not been able to provide maximum contribution to the group. The next step was empowerment. It gave opportunities for all group members to be involved and actively participate in group activities. Therefore, they can improve together. The result of empowerment is that not all group members have sufficient knowledge and skills in managing the funds that leads some members cannot develop personally. In addition, the group's internal problems also involved the disband of the grocery store business activities that they managed together. Keywords: Kelompok Usaha Bersama (KUBE), community empowerment, poverty alleviation

Kata Kunci : KUBE, Pemberdayaan Masyarakat

  1. S1-2021-413208-abstract.pdf  
  2. S1-2021-413208-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-413208-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-413208-title.pdf