PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI DAERAH TANGKAPAN AIR WADUK SEMPOR (Studi Kasus di Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen)
PURANTI WIJI RAHAYU , Ir. Lies Rahayu W.F.,M.P.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANPerkembangan jumlah penduduk di Indonesia yang kian pesat, terutama di pulau Jawa, pada akhinfja menimbulkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan sumberdaya ,dam. Perrnasalahan tersebut terutama adalah meningkatnya tekanan masyarakat terhadap sumberdaya alam yang dikhawatirkan akan semakin meningkatkan jumlah lahan kritis di Indonesia. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan diharapkan dapat mengurangi tekanan masyarakat terhadap sumberdaya hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat di DTA Waduk Sempor di lahan negara yang berupa program PHBM dan di lahan rakyat yang berupa program pembangunan hutan rakyat (PHR). Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif survai sampel dengan analisis Chi Square untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor sosial ekonomi masyarakat dengan tingkat partisipasinya. Dari hasil analisis diketahui bahwa partisipasi total masyarakat dalam program PHBM adalah; partisipasi rendah 41,1 %; sedang 52,1% dan tinggi 6,8%. Sedangkan partisipasi total masyarakat dalam program (PHR) adalah; partisipasi rendah 4,2%; sedang 64,7% dan tinggi 31,1%. Apabila dibandingkan antara kedua program maka partisipasi masyarakat dalam program (PHR) cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan partisipasi masyarakat dalam program PHBM. Hal ini secara umum disebabkan karena program PHR sudahjauh lebih lama berjalan dan program ini sudah memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat dibandingkan dengan program PHBM. Faktor-faktor sosial ekonomi yang paling mempengaruhi tingkat partisipasi daJam program PHBM yaitu faktor keikutsertaan dalam organisasi, dikarenakan masyarakat yang aktifdalam organisasi KTH merupakan masyarakat yang mempunyai tingkat kepercayaan tinggi terhadap program; sedangkan dalam program PHR yaitu faktor umur dikarenakan faktor umur mempengaruhi pengalaman petani dalam mengembangkan hutan rakyat.
Kata Kunci : sumberdaya hutan, tekanan penduduk, partisipasi masyarakat, faktor-faktor sosial ekonomi