HUBUNGAN PERAKARAN MANGROVE DENGAN KEANEKARAGAMAN BIOTA PERAIRAN DI KAWASAN HUTAN MANGROVE CILACAP
MISA EKARISTI , Dra. Erny Poedjirahajoe, MP.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan mangrove merupakan salah satu ekosistem hutan tropis yang secara teratur tergenang air laut dan terpengaruh oleh pasang surut air laut. Keadaan tersebut menyebabkan lingkoogan mangrove berada dalam kondisi berlumpur, jenuh air, salinitas tinggi dan kandoogan oksigen yang rendah. Untuk mengatasi kondisi tersebut vegetasi mangrove beradaptasi melalui sistem perakarannya yang khas. Perakaran mangrove mempooyai multifoogsional diantaranya dapat mengurangi arus pasang surut, mengendapkan lumpur dan merupakan tempat bagi biota laut dalam mencari makanan dan perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan vegetasi, kerapatan akar, jumlah tinggi akar, jumlah lebar perakaran, kondisi faktor fisik-kimia perairan, kepadatan dan indeks keanekaragamanjenis biota perairan di berbagai tahoo tanam dan huboogan antar variabel-variabel tersebut. Rancangan eksperimen yang digunakan adalah Randomized Completely Block Design (RCBD) yang kemudian dilanjutkan dengan analisis Least Significant Differences (LSD). Selain itu juga dilakukan analisis regresi yang digunakan ootuk mengetahui hubungan antara parameter vegetasi dengan faktor fisik-kimia perairan dan indeks keanekaragamanjenis biota perairan. HasH penelitian menunjukkan bahwa tahoo tanam memberikan pengaruh yang significant terhadap jumlah tinggi akar, kepadatan fitoplankton, kepadatan dan indeks keanekaragaman jenis nekton. Kerapatan akar memberikan pengaruh yang significant terhadap indeks keanekaragaman jenis nekton dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 36,1%. Model persamaan yang diperoleh adalah : Y =0,721 - 5,49.10"7 X.
Kata Kunci : Hutan mangrove, Akar, Biota perairan, Sifat fisik-kimia perairan