VARIASI PROPORSI SEL DAN DIMENSI SERAT PADA LETAK AKSIAL DAN RADIAL KAYU AKASIA (ACACIA AURICULIFORMIS A.CUNN.) UMUR 15 TAHUN DARI DESA NGLIPAR, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA
DWl YUNITA HASANAH, Ir. H. P. Burhanuddin Siagian
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANKerusakan hutan yang semakin memprihatinkan membuat pasokan kayu dari hutan alam semakin menurun baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Ketidakseimbangan antara pasokan bahan baku pulp dan kertas dari hutan alam dengan kebutuhan industri pengolahan kayu mendorong para pelaku industri untuk memanfaatkan kayu yang berasal dari hutan rakyat. Kayu akasia (Acacia auriculiformis A.CUNN) merupakan tanaman alternatif penyedia bahan baku industri pulp dan kertas. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu letak aksial dan letak radial batang. Faktor letak aksial terdiri dari tiga aras yaitu pangkal (P), tengah (T), dan ujung (U), sedangkan faktor letak radial terdiri dari tiga aras yaitu dekat hati (DH), tengah (T), dan dekat kulit (DK), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan. Parameter yahg diamati adalah proporsi sel dan dimensi serat. Proporsi sel meliputi; proporsi sel pembuluh, proporsi sel parenkim, proporsi sel serabut, proporsi sel jari-jari. Dimensi serat meliputi; panjang serat, diameter serat, diameter lumen dan tebal dinding sel. Nilai proporsi sel pembuluh 8,209 %, proporsi sel parenkim 25,384 %, proporsi sel serabut 51,575 % dan proporsi sel jari-jari 15,005 %. Faktor letak radial berpengaruh pada propotSi sel pembuluh dan proporsi sel parenkim pada taraf signifikasi 5 %, sedang faktor letak aksial berpengaruh pada proporsi sel jari-jari. Proporsi sel serabut tidak dipengaruhi baik oleh letak aksial maupun letak radial. Hasil penggambaran segitiga Dadswell dan Wardrop menunjukkan bahwa kayu aksia memiliki kemungkinan untuk dijadikan bahan baku pulp dan kertas.Nilai dimensi serat untuk panjang serat 0,864 11m, diameter serat 9,951 11m, diameter lumen 5,676 11m, dan tebal dinding sel 2,211 11m. Nilai turunan dimensi serat untuk bitangan Runkel 0,797, bilangan Muhlsteph 67,46 %, daya tenun 87,04, koefisien kekakuan 0,223, nilai fleksibilitas 0,569. Berdasarkan nilai turunan dimensi serat dan panjang serat, kayu akasia termasuk dalam kelas III, yang tergolong ke dalam serat pendek. Letak radial mempengaruhi panjang serat dan diameter lumen pada taraf signifikasi 1 % dan diameter serat pada taraf signifikasi 5 %. Letak aksial berpengaruh pada tebal dinding sel pada taraf signifikasi 5 %. Secara kualitatif, proporsi sel dapat digunakan sebagai identifikasi kayu akasia.
Kata Kunci : Akasia, Letak Aksial, Letak Radial, Proporsi Sel, Dimensi Serat