Laporkan Masalah

PENGGUNAAN RHIZOBAKTERI OSMOTOLERAN (Enterobacter flavescens strain Al-19) SEBAGAI INOKULUM UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TOMAT PADA BEBERAPA PERIODE KEKERINGAN

AHMAD FUAD SETIA BAKTI, Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D.; Ir. Ngadiman, M. Si., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 MIKROBIOLOGI PERTANIAN

Intisari Kekeringan diketahui sebagai faktor pembatas untuk pertumbuhan tanaman tomat yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Pada beberapa penelitian sebelumnya, rhizobakteri osmotolerant (Enterobacter flavescens strain Al-19) dapat mendukung pertumbuhan tanaman pada kondisis kekurangan air. Pada penelitian ini, E. flavescens strain Al-19 digunakan sebagai inokulum pada penanaman tomat di berbagai periode kekurangan air. E. flavescens strain Al-19 ditumbuhkan di medium LB cair dan digunakan sebagai inokulum benih tomat dengan merendamnya pada kultur cair E. flavescens strain Al-19. Benih yang telah diinokulasi ditanam pada polybag berisi tanah tidak steril dan pupuk organik. Kadar lengas tanah dipertahankan pada 70% kapasitas lapangan selama penanaman. Perlakuan kondisi kekurangan air dilakukan dengan tidak menyiram tanaman pada berbagai fase pertumbuhan, yaitu: (1) awal masa tanam sampai 15 hari setelah tanam (HST); (2) 15 HST sampai 30 HST; (3) 30 HST sampai 45 HST; dan (4) 45 HST sampai 60 HST. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah (1) tinggi tanaman, (2) panjang akar, (3) berat tajuk, (4) berat akar, (5) jumlah dan berat tomat, dan (5) dinamika pertumbuhan mikrobia. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan E. flavescens strain Al-19 sebagai inokulum dapat mendukung pertumbuhan tanaman dibuktikan pada parameter pertumbuhan yang menunjukan perbedaan signifikan dibandingan dengan tomat tanpa inokulasi E. flavescens strain Al-19. Secara umum E. flavescens strain Al-19 berpotensi mendukung pertumbuhan dan produksi tomat pada kondisi kekurangan air di berbagai fase pertumbuhan.

Abstract Drought is widely known as a limiting factor for plant growth, including tomato, which may affect its growth and productivity. In several previous studies, osmotolerant rhizobacteria (Enterobacter flavescens strain Al-19) has been demonstrated to support plant growth under limited water availability. In this study, E. flavescens strain Al-19 has been used as an inoculant for tomato cultivation under different periods of water limitation. E. flavescens strain Al-19 was cultured in broth LB medium and used to inoculate tomato seeds by dipping the seeds in the E. flavescens strain Al-19 liquid culture. The inoculated seeds were then planted into the non-sterile soil-filled polybags, supplemented with organic manure. The water capacity of the soil was kept at 70% of field capacity throughout cultivation. Water limitation treatments were designed by omitting watering at different periods of plant growth, i.e.: (1) early planting until 15 days after seed planting (ASP); (2) 15 days ASP until 30 days ASP; (3) 30 days ASP until 45 days ASP; and (4) 45 days ASP until 60 days ASP. Plant growth parameters observed were: (1) plant height, (2) root length, (3) plant weight, (4) root weight, (5) number and weight of tomato, and (5) microbial growth dynamics. The results of the study demonstrated that the use of E. flavescens strain Al-19 as inoculant supported plant growth as evidenced by several growth parameters which showed significant differences compared to the uninoculated tomato. In general, it was observed that E. flavescens strain Al-19 demonstrated its potential as an inoculant for tomato growth and production under water limitation at several growth periods.

Kata Kunci : tomat, kekurangan air, Enterobacter flavescens strain Al-19, rhizobakteri osmotoleran

  1. S1-2021-363919-abstract.pdf  
  2. S1-2021-363919-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-363919-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-363919-title.pdf