Laporkan Masalah

Kinerja Induk Domba Ekor Tipis dan Garut pada Musim Kemarau dan Hujan

DZUL FAQAR, Prof. Ir. I Gede Suparta Budisatria, M.Sc.,Ph.D., IPU. ASEAN Eng.; Ir. Panjono, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja induk Domba Ekor Tipis dan Garut pada musim kemarau dan hujan. Ternak yang digunakan dalam penelitian yaitu 25 ekor induk Domba Ekor Tipis dan 38 ekor induk Domba Garut. Data diperoleh dari recording kandang UPT Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dimulai dari bulan Januari 2013 hingga bulan Januari 2016. Data yang diambil meliputi waktu kelahiran, bobot lahir, jumlah anak dalam sekelahiran (litter size), skor vigor lahir serta tingkat kematian (mortalitas). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi pola faktorial 2x2. Bobot lahir, litter size, skor vigor serta mortalitas neonatal Domba Ekor Tipis dan Garut berturut-turut masing-masing adalah 2,01±0,65 dan 2,47±0,87 kg; 1,24±0,44 dan 1,24±0,63 ekor; 0,30±0,84 dan 0,04±0,22; serta 0,08±0,28 dan 0,03±0,16 %. Bobot lahir Domba Ekor Tipis lebih kecil (P<0,05) daripada Domba Garut. Tidak ada perbedaan yang nyata pada litter size, skor vigor, dan mortalitas Domba Ekor Tipis dan Garut. Bobot lahir, litter size, skor vigor, serta mortalitas pada musim kemarau dan hujan berturut-turut masing-masing adalah 2,18±0,64 dan 2,39±0,96 kg; 1,10±0,30 dan 1,38±0,71 ekor; 0,10±0,54 dan 0,18±0,60; serta 0,00±0,00 dan 0,09±030 %. Bobot lahir, litter size, skor vigor dan mortalitas cempe pada musim kemarau dan hujan berbeda tidak nyata. Tidak ada interaksi antara bangsa dan musim kecuali litter size. Kombinasi terbaik litter size diperoleh pada Domba Garut yang lahir di musim hujan. Disimpulkan bahwa kinerja induk Domba Garut lebih baik dibanding Domba Ekor Tipis khususnya pada bobot lahir. Domba Garut yang melahirkan pada musim hujan memiliki litter size terbaik.

This study was aimed to identify the effect of sheep breed and different seasons on the performance of local ewes. The study used 25 Thin-Tailed ewes and 38 Garut ewes. The data obtained from recording of the Unit Pelaksana Teknis Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada starting from January 2013 to January 2016. The variables observed consisted of time of birth, birth weight, litter size, birth vigor score and mortality rate. Data were analyzed using 2x2 factorial analysis of variance (two ways anova). Birth weight, litter size, vigor score and neonatal mortality of Thin-tailed ewes and Garut ewes were 2.01±0.65 and 2.47±0.87 kg; 1.24±0.44 and 1.24±0.63 heads; 0.30±0.84 and 0.04±0.22; 0.08±0.28 and 0.03±0.16 %, respectively. The birth weight of the Thin Tailed lamb was smaller (P<0.05) than that of Garut lamb. There was no signifikan difference litter size, vigor score, and mortality between them. Birth weight, litter size, vigor score, and mortality in the dry and rainy seasons were 2.18±0.64 and 2.39±0.96 kg; 1.10±0.30 and 1.38±0.71 heads; 0.10±0.54 and 0.18±0.60; 0.00±0.00 and 0.09±030 %, respectively. There was no signifikan difference birth weight, litter size, vigor score and mortality between them. There was no interaction between breeds and seasons except litter size. The best combination for litter size was obtained by Garut ewes who were born in the rainy season. It can be concluded that performance of Garut ewes is better than that of Thin-Tailed ewes, especially in terms of birth weight, in addition, Garut ewes that delivered their offspring at wet seasons have the best litter size.

Kata Kunci : Domba Garut, Domba Ekor Tipis, Kinerja induk, Musim kemarau, Musim hujan

  1. S1-2021-362679-abstract.pdf  
  2. S1-2021-362679-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-362679-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-362679-title.pdf  
  5. S1-2022-362679-abstract.pdf  
  6. S1-2022-362679-bibliography.pdf  
  7. S1-2022-362679-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2022-362679-title.pdf