Laporkan Masalah

PENAKSIRAN LUAS BIDANG DASAR MELALUI MODEL KERAPATAN TAJUK HUTAN (Studi kasus pada BH Banglean & BH Banyuurip KPH Randublatung)

HARRY WIBOWO, Ir. Sahid, M. Si

2004 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penentuan kelas umur hutan tanaman jati merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan kegiatan perisalahan hutan dengan informasi mengenai luas bidang dasar (Lbds) sebagai salah satuparametemya. Sejauh ini perolehan informasi Lbds dilakukan dengan melakukan survei terestris secam menyeluruh·terhadap kawasan hutan. WaIaupun intensitas sampling saat inventarisasi hanya 2,5%, namun pelaksanaan pekerjaan tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Sehingga penelitian ini mencoba sistem penginderaan jauh untuk menaksir luas bidang dasar secaracepat danefisien. Penelitian ini dilakukan dengan metodologi Forest Canopy Density (FCD) Model dari lITO Project PD 32/93 Rev. 2 (F), "Rehabilitation ofLogged-over Forests in Asia-Pacific Region, Sub-project IIr dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengukuran langsung di lapangan yaitu pengukuran diameter pohon setinggi dada yang kemudian diturunkan untuk mendapatkan informasi luas bidang dasar. Data sekunder berupa citra Landsat ETM+7 tahun 2002 yang diperoleh dari Departemen Kehutanan RI, peta digital beserta data register risaIah hutan (PK 2) dari Perum Perhutani. Taksiran luas bidang dasar diperoleh melaIui penerapan model regresi terpilih dengan luas bidang dasar sebagai variabel dependen dan nilai kerapatan tajuk: hutan sebagai variabel independent. Kemudian peta sebaran luas bidang dasar diperoleh melaIui integrasi model regresi terpilih terhadap peta sebaran kerapatan tajuk: hutan dari Forest Canopy DensityModel. Rasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi yan§ memberikan nilai taksiran terbaik adalah pada persamaan Y = 8,946 + 4,100.103X - 3,904.10-5 X3+ 3,737.10-43 eX, luas bidang dasar diwakili oleh simbol huruf Y dan kerapatan tajuk: diwakili oleh simbol huruf X. Model regresi tersebut memberikan nilai koefisien korelasi sebesar 0,536, nilai koefisien determinasi sebesar 0,287 serta standar error sebesar 3,7093 m2/Ha.

Kata Kunci : Luas bidang dasar, Kerapatan Tajuk Hutan, Penginderaan Jauh

  1. S1-2004-131002_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2004-131002_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2004-131002_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2004-131002_TITLE.pdf