EVALUASI AWAL UJI KETURUNAN 144 FAMILl HALF-SIB JATI HUTAN RAKYAT SAMPAI UMUR 14 BULAN DI WANAGAMA I YOGYAKARTA
AMIN SUKADI PANJI NEGARA, Prof Dr. Ir. Mohammad Na'iem, M. Agr.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian tentang evaluasi awal uji keturunan 144 famili half-sib jati (Teetona grandis L.t:) hutan rakyat sampai umur 14 bulan di Wanagama I Yogyakarta bertujuan untuk : (1) mengetahui persentase hidup tanaman, (2) mengetahui besarnya variasi tinggi dan diameter diantara famili yang diuji, (3) mengetahui famili yang terbaik, (4) mengetahui taksiran nilai heritabilitas dan perolehan genetik, dan (5) mengetahui korelasi genetik antara karakter tinggi tanaman dan diameter batang tanaman yang diukur. Penelitian ini menggunakan benihjati pohon induk terpilih dari 3 populasi/hutan rakyat (Wonogiri 46 famili, Gunung Kidul 49 famili, dan Pacitan 49 famili) sehingga jumlah famili keseluruhan 144. Penanaman di lapangan dirancang dengan menggunakan sistem sub galur dan Rancangan Acak Lengkap Berblok dengan 3 treeplot, dan 5 ulangan (blok) tiap populasi. Jarak tanam yang digunakan adalah 4 x 4 m. Penanaman dilakukan pada bulan Januari 2003 dan pengamatan terakhir pada bulan Maret 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwajati dari populasi Wonogiri, Gunung Kidul, dan Pacitan mempunyai kemampuan beradaptasi yang cukup tinggi dengan persentase kematian tanaman yang kecil, yaitu berturut-turut sebesar 82 (11,88%) dari 690 tanaman, 67 (9,11%) dari 735 tanaman, dan 70 (9,52%) dari 735 tanaman. Kemudian didapatkan tidak adanya variasi yang nyata baik untuk pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman, kecuali untuk karakter tinggi !anaman populasi Wonogiri dengan famili 148 yang merupakan famili terbaik untuk/karakter tinggi tanaman berdasarkan uji DMRT, sedangkan 10 famili terbaik berdasarkan· volume batang terbesar adalah (populasi Wonogiri : 148, 115, 112wg, 149, 124, 108, 122, 138, 102, 145); (populasi Gunung Kidul : 066, 094, 095, 074, 080, 098, 096, 071, 072, 085); dan (populasi Pacitan : 152, 181, 154, 175, 171, 182, 174, 185, 204, 161). Penaksiran nilai heritabilitas dan perolehan genetik untuk karakter tinggi dan diameter tanaman tidak dapat dilakukan karena tidak terdapat perbedaan yang nyata dalatn hasil analisis variansnya, kecuali untuk karakter tinggi tanaman populasi Wonogiri (heritabilitas : 0,0627) yang tergolong sangat rendah, dengan perolehan genetik sebesar 131,70/0 (mempertahankan 10 pohon dengan i = 1,324), 88,5% (tnelnpertahankan 20 pohon dengan i = 0,89), dan 55,40/0 (mempertahankan 30 pohon dengan.i = 0,557). Korelasi genetik antara karakter tinggi dan diameter tanaman untuk populasi Wonogiri sebesar 0,8 sedangkan untuk populasi Gunung Kidul dan Pacitan tidak dapat diperkirakan (unestimated).
Kata Kunci : Uji keturunan, heritabilitas, perolehan genetik, korelasi genetik, jati (Teetona grandis L.f)