VARIASI SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA KAYU SENGON (paraserianthes falcataria (L) Nielsen) DARI TRUBUSAN DAN BIJI YANG TUMBUH DI WONOSOBO PADA LETAK AKSIAL DAN RADIAL
ARI PUJIWINARKO, Dr.Ir. Sri Nugroho Marsoem, M.Agr.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANBudidaya sengon trubusan merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi semakin meningkatnya permintaan kayu sengon untuk bahan baku industri perkayuan. Kecepatan pertumbuhan sengon yang berasal dari trubusan dibandingkan dengan yang berasal dari biji secara kuntitatifmemang belum ada, namun kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa pada umur yang sama pohon sengon yang berasal dari trubusan memiliki diameter lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan yang berasal dari biji. Selain kecepatan pertumbuhan. perbedaan kedua jenis permudaan ini diperkirakan akan mempengaruhi sifat-sifat kayunya karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan sifat fisika dan mekanika kayu sengon yang berasal dari trubusan dan yang berasal dari biji pada letak aksial dan radial. Bahan penelitian yang digunakan berupa kayu sengon dari trubusan dan kayu sengon dari biji berumur 7 tahun yang tumbuh di desa Kapulogo, kecamatan Kepil, kabupaten Wonosobo. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dengan tiga faktor yaitu faktor jenis permudaan (trubusan. biji), faktor letak aksial (pangkaI, tengah, ujung) dan faktor letak radial (dekat hati, tengah, dan dekat kulit). Pembuatan dan pengujian sampe1 menggunakan British standardNo. 373 tahun 1957. Hasil pene1itian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor jenis permudaan dengan faktor letak aksial berpengaruh nyata pada pengembangan longitudinal dan interaksi antara jenis permudaan dengan letak radial berpengaruh nyata pada penyusutan radial kering udara dan penyusutan longitudinal total. Jenis permudaan berpengaruh nyata pada kadar air segar kayu (76,73 % pada trubusan dan 111,03 % pada biji) ; pengembangan radial total (2,25 % pada trubusan dan 1,91 % pada biji) dan MOE keteguhan lengkung statik (40,34 x 103 kg/cm2 pada trubusan dan 36,57 x 103 kg/cm2 pada biji). Letak aksial berpengaruh nyata pada besarnya kadar air segar, kadar air kering udara, penyusutan tangensial udara, pengembangan tangensial, pengembangan radial, keteguhan lengkung statik, MOE, MOR dan keteguhan tekan tegak lurns serat dengan membentuk pola nilainya semakin turun dari pangkal ke ujung. Letak radial berpengaruh nyata pada.kadar air kering udara, berat jenis, penyusutan tangensial total, pengembangan tangensial, pengembangan radial, keteguhan lengkung statik, MOE keteguhan lengkung statik, MOR keteguhan lengkung statik dan MOR keteguhan tekan sejajar serat. dengan membentuk pola nilai semakin naik dari hati ke kulit. Ketiga faktor yang diteliti maupun interaksi antar faktor tidak berpengaruh nyata pada penyusutan longitudinal udara, keteguhan tekan sejajar serat, MOY keteguhan tekan sejajar serat dan keteguhan geser.
Kata Kunci : Trubusan, Biji, Sifat Fisika, Sifat Mekanika, Kayu Sengon, Jenis Permudaan, Letak Aksial, Letak Radial.