ANALISIS KEUNTUNGAN INDUSTRI MEBEL DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
AYUN WINDYONINGRUM, Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro, M.Sc
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANKabupaten Gunungkidul mempunyai fungsi strategis dalam kelangsungan industri mebel. Kayu perkakas khususnya jati banyak dihasilkan dari hutan rakyat daerah ini. Selama ini masyarakat Gunungkidul lebih memilih untuk menjual kayu jati secara glondongan tanpa menambah input apapun yang bisa menaikkan nilai tambalmya. Studi ini bisa memberikan gambaran mengenai tingkat ketmtungan yang diperoleh dari industri mebel di Kabupaten Gunungkidul yang bersifat resources based industry. Penelitian dilakukan di dua jenis industri mebel yaitu industri mebel koden (product market) di sentra industri Kecamatan Nglipar dan industri mebel buyers market yang tergabung dalam Asosiasi Mebel Gunungkidul. Metode analisis untuk mengetalmi keuntungan dilakukan dengan mengetahui selisih biaya dengan pendapatan dan analisis PSR, nilai tambah dengan menghitung selisih nilai produk dengan harga bahan baku dan analisis' .R1C ratio untuk mengetahui efisiensi penggtmaan modal dalam menghasilkan petidapatan. Hasil analisis menyimpulkan bahwa tingkat ketmtungan (PSR) yang diterima pemilik industri mebel buyers market mauptm industri mebel product market rata-rata lebih dari 10 %, yaitu sebesar Rp 130.756/m3 pada produk meja susun 2 kayu randu, Rp 162.111/m3 pada produk tempat tidur kayu akasia, Rp 90.746/m3 pada produk meja susun 2 kayu sengon, dan Rp 397.008/m3 pada produk lemari 2 pintu kayu jati. Bagian nilai tambah paling besar dimiliki oleh faktor produksi kapital berupa profit, yaitu sebesar 44,52 % pada produk meja susun 2, 28,95 % pada produk tempat tidur kayu akasia, 39,68 % pada produk lemari jati dan 48,25 % pada produk tempat tidur kayu jati. Analisis RIC ratio berkisar antara 1,15 - 1,62 pada industri mebel product market dan berkisar antara 1,25 - 1,39 pada industri mebel buyers market. Hal ini menunjukkan keduajenis industri mebel tersebut layak usaha dan menguntungkan.
Kata Kunci : Keuntungan, Industri mebel product market, Industri mebel buyers market