STUDI TEKNIK MINI-CUTTING PADA BENUANG BINI (Octomeles sumatrana MIQ.)
Agus Ahmad Fadoli , Prof Dr. Ir. Moh. Na'iem, M.Agr.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANBenuang bini merupakan salah satu jenis yang mulai dikembangkan pada Rutan Tanaman Industri. Namun demikian, pembiakan secara generatif mengalami kendala karena benihnya yang bersifat semi rekalsitran ( Pratiwi dan Alrasyid, 1988 dan Pramono, 1998) sehingga, pembiakan secara vegetatif melalui setek pucuk diharapkan mampu menjawab permasalahan tersebut. Untuk menghasilkan setek pucuk benuang bini yang berkualitas diperlukan berbagai infonnasi, diantaranya aspek genetik dan penggunaan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh). Adapun penelitian ini ditujukan untuk mengetahui nomor farnili semai benuang bini yang diuji dalam menghasilkan pertunasan dan perakaran yang baik serta pengaruh hormon NAA dalam merangsang perakarannya. Penelitian dilakukan selama 4 bulan dibagi kedalam 2 topik penelitian, masing-masing dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 10 nomor famili dan 16 ulangan dan rancangan acak lengkap berblok dengan 4 nomor famili, 4 konsentrasi hormon NAA, 3 blok masing-masing blok terdiri dari 3 ulangan. Konsentrasi hormon NAA yang digunakan adalah 0 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis varians dapat disimpulkan pada penelitian kemampuan bertunas semai benuang bini bahwa perlakuan nomor famili memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap panjang tunas, jumlah tunas dan prosen jadi tunas, sedangkan untuk diameter tunas dan jumlah tunas produktiftidak berbeda nyata. Adapun pada penelitian kemampuan berakar setek pucuk: benuang bini, nomorfamili memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah akar, sedangkan panjang akar dan prosen jadi setek tidak berbeda nyata. Sedangkan untuk perlakuan konsentrasi hormon NAA dalam berbagai tingkat konsentrasi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap jumlah akar, panjang akar, maupun prosenjadi setek.
Kata Kunci : Benuang bini, Kemampuan bertunas, Kemampuan berakar, Nomor famili, Konsentrasi hormon NAA.