KORELASI LUAS BIDANG DASAR TEGAKAN JATI DAN PANTULAN SPEKTRAL CITRA PENGINDERAAN JAUH LANDSAT ETM+ Studi Kasus di KPH Randublatung, Jawa Tengah
Rus Sylvi Intani Putri, Drs. H. Senawi, MP.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANLuas bidang dasar (LBDS) menggambarkan kerapatan tegakan yang tumbuh pada luasan tertentu. Variabel ini diperlukan dalam penentuan kelas hutan dan prediksi hasil hutan untuk laporan pengaturan hasil. Penggunaan data penginderaan jauh untuk memperoleh informasi LBDS memiliki kelebihan dibandingkan penggunaan data terestris, yaitu dapat meliput secara serentak wilayah yang luas sekaligus. Untuk kepentingan aplikasi teknologi tersebut diperlukan kajian mengenai korelasi LBDS tegakan jati dan pantulan spektral citra penginderaan jauh, dalam hal ini menggunakan data Landsat ETM+. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan teknik penginderaan jauh yaitu transformasi indeks vegetasi dalam memberikan informasi tentang LBDS, membangun model LBDS tegakan jati dari analisis data penginderaanjauhLandsatETM+, mengetahuivaliditas model LBDS dan mengetahuikeberlakuan model LBDS. Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis regresi, yaitu menyusun model matematis antara variabel LBDS sebagai dependent variabel, dan nilai transformasi indeks vegetasi sebagai independent variabel pada citra Landsat ETM+ pada posisi titik (dalam UTM) yang sarna. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak terstratifikasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LBDS tegakan jati dapat ditaksir menggunakan derivat transformasi indeks vegetasi Ratio Vegetation Indices (RVI) pada data penginderaan jauh Landsat ETM+ dengan nilai koefisien korelasi (r) 0,717 dan nilai koefisien determinasi (r2) 0,514. Model LBDS yang dihasilkan dati derivat transformasi indeks vegetasi Ratio Vegetation Indices (RVI) pada data penginderaan jauh Landsat ETM+, yaitu y = (-9,020) + (1,368ex) + (3,845x) +(2,909/x) + (-1,097x3). Dimana, y adalah ni1ai taksiran LBDS dan x adalah nilai spektral transformasi RVI. Berdasar nilai simpangan agregatif, yaitu 0,1622% dan rataan persentase simpangan, yaitu 0,3827%, model yang dihasilkan cukup baik karena nilainya kecil yang berarti mendekati kenyataan di lapangan. Model LBDS dapat berlaku pada luas bidang dasar tahun 2004, daerah yang memiliki bias akibat penjarahan yang keeil antara 2 tahun, dan data yang digunakan adalah citra Landsat dengan scanner TM (Themmatic Mapper) yang dilakukan penyiaman Bulan Oktober 2002.
Kata Kunci : Korelasi, Analisis Regresi, Luas Bidang Dasar Tegakan Jati, Pantulan Spektral, Transformasi Indeks Vegetasi, Landsat ETM+.