KAJIAN PEMANFAATAN MATA AIR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AKOMODASI PARIWISATA DI KAWASAN WISATA KALIURANG
NURROCHMAH WISUDHANINGRUM , Ir. Sri Astuti Soedjoko
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan lindung Kaliurang mempunyai fungsi utama sebagai perlindungan hidrologis setempat (on site) maupun daerah di bawahnya (offsite) yangmempunyai peran besar terhadap ekosistem kehidupan manusia. Hutan Lindung Kaliurang juga dimanfaatkan sebagai obyek daya tarik wisata alam (ODTWA). Perlindungan terhadap tata air dan wisata alam ini merupakan alternatifpengelolaan hutan yang berbasis non timber yang dapat memberikan hasil yang besar. Penelitian ini membahas keterkaitan fungsi hutan sebagai ODTWA dengan fungsi hutan sebagai pengatur tata air. Tujuan penelitian ini adalah menghitung potensi debit mata air secara kuantitatif dan kualitatif di kawasan Hutan Lindung Kaliurang, menghitung besarnya kebutuhan air dati mata air untuk akomodasi patiwisata termasuk jenis aktivitas danjenis akomodasinya di Kawasan Wisata Kaliurang. Untuk mengetahui pQtensi mata air secara kuantitatif dilakukan pengukuran dengan metode volumetrik, velocity area, dan weir. Kualitas air di ketahui dati analisis sampel air di laboratorium yang dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku untuk menganalisis ke1ayakan air minum. Kebutuhan air untuk akomodasi dengan kuisioner. Penentuan aktivitas yang berpengaruh terhadap penggunaan air menggunakan analisis regresi linear berganda dengan aktivitas yang diduga berpengaruh terhadap penggunaan air seperti jenis akomodasi, mandi, memasak, mencuci. Untuk mengetahui perbedaan penggunaan air untuk tiap jenis akomodasimenggunakan analisis uji T. Debit mata air potensial total menurut Arodal 2004 yang dapat dimanfaatkan pada bulan Mei-Juni 1999 mencapai 24,54l1dt dan barn dimanfaatkan sebesar 17,43 lIdt. Secara kualitatif mata air ini mempunyai kualitas yang baik dan sesuai dengan batas yang ditentukan untuk air minum menurut SK Gubernur DIY No. 214/KPTS/1991. Kebutuhan total air bersih untuk akomodasi padabulan Mei-Juni 2004 terpenuhi dati mata air dati hutan lindung Kaliurang sebesar 3,39 lIdt. Ratarata kebutuhan air untuk hotel 0,037 It/dt dan untuk pondok wisata 0,010 lIdt. Dati hasil analisis regresi linear berganda dapat diketahui bahwa semua aktivitas danjenis akomodasi berpengaruh terhadap penggunaan air. Kebutuhan air untuk akomodasi mencapai 19,45%dati debit yang tersedia, tergolong kategori tercukupi. Untuk tetap menjaga ketersediaan air perlu dilakukan upaya konservasi dan pengelolaan hutan lindung yang lebih baik sehingga hutan tetap berfungsi sebagai daerah resapan yang mampu menyimpan air sertaterns dapat dikembangkan sebagai ODTWA.
Kata Kunci : air, mata air,wisata, akomodasi