ASPEK KETENAGAKERJAAN PADA INDUSTRI MEBEL RAKYAT DIPEDESAAN (Studi Kasus di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY)
NIZMAH MAULIDYAH, Ir. Djoko Suharno Radite, MS.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANTekanan terhadap lahan pertanian telah menyebabkan tenaga kerja di pedesaan tidak mampu terserap pada sektor ini. Kebijaksanaan tentang pengembangan industri kecil dan rumah tangga mernpakan langkah yang tepat bagi pembukaan kesempatan kerja di pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggolongan tenaga kerja, cara pengupahan, besamya penyerapan tenaga kerja serta altematif pengembangan ketenagakerjaan dan usaha industri mebel rakyat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kemampuan tenaga kerja serta pernsahaan dalam hubungan kerja dan pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Tujuan pertama dan kedua dari penelitian ini dianalisis dengan data-data yang berhubungan dengan aspek ketenagakerjaan, pemasaran dan produksi. Tujuan ketiga dianalisis dengan data prestasi kerja tenaga kerja dalam 1 HOK. Sedangkan tujuan keempat dianalisis berdasarkan perkembangan dan hambatan yang dihadapi pada industri mebel rakyat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Desa Terong ada 2 golongan tenag kerja yaitu tenaga magang dan tenaga terampil. Cara pengupahan yang diberikan yaitu upah harian dan upah borongan. Besamya upah harian seorang tenaga kerja adalah Rp 15.000,00-Rp20.000,00 per hari. Besamya upah seorang tenaga kerja borongan adalah Rp 25.000,00 per unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja yang terserap pada industri ini adalah 284 orang. Alternatif pengembangan ketenagakerjaan dan usaha industri mebel rakyat di Desa Terong yaitu dengan peningkatan pendidikan dan keterampilan pengrajin dan tenaga kerja mebel. Pengembangan usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mempertahankan sistem kemitraan dengan pengusaha mebe1 di kota besar, bergabung dalam satuan ke1ompok (asosiasi), perlu adanya variasi produk, mempertahankan pasar yang ada dan terns mencari peluang pemasaran barn.
Kata Kunci : tenaga kerja, upah, pengembangan usaha