PENGARUH KERAPATAN PAPAN DAN JUMLAH PEREKAT UREA FORMALDEHIDA TERHADAP SIFAT PAPAN PARTIKEL LIMBAH PENYULINGAN MINYAK GAHARU
BAIQ SORAYA ULFAH, Prof Dr. Ir. TA Prayitno, M.For
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANPemanfaatan limbah serbuk kayu gaharu yang diperoleh dan proses penyulingan minyak gaharu yang belum optimal dan potensinya sekitar 95 % - 97 % dari kebutuhan bahan baku rata-rata untuk skala industri rumah tangga, melatarbelakangi penggunaan limbah tersebut sebagai bahan baku pembuatan papan partikel . Kerapatan papan dan jumlah perekat yang digunakan akan mempengaruhi sifat papan partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan papan dan jumlah perekat urea formaldehida terhadap sifat papan partikel. Bahan penelitian berupa limbah serbuk penyulingan minyak gaharu yang diperoleh dari CV Agung Perdana Mataram, perekat urea formaldehida tipe UA-142 dan hardener NHtCl dari PAl Probolinggo. Penelitian ini menggunakan raneangan aeak lengkap yang disusun seeara faktorial dengan dua faktor, yaitu kerapatan papan (0,4 g/em3; 0,6 g/em3 dan 0,8 g/em3) dan jumlah perekat (5 %, 7,5 % dan 10 %). Parameter yang diuji adalah kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, penyerapan air, modulus elastisitas, modulus patah, keteguhan tekan sejajar permukaan dan keteguhan intemal bondingpapan partikel. HasH penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor kerapatan papan dan jumlah perekat tidak berpengaruh terhadap semua parameter yang diujikan. Faktor kerapatan papan berpengaruh nyata terhadap kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, modulus elastisitas dan modulus patah. Makin tinggi kerapatan papan (faktor) menyebabkan peningkatan nilai kerapatan dari 0,4027 g/em3 ke 0,4802 g/em3, kadar air dari 8,3898 % ke 8,8317 %, pengembangan tebal dari 17,045 % ke 35,262 %, modulus e1astisitas dari 7598,2 kg/cm2 ke 9808,9 kg/em2, dan modulus patah dari 64,618 kg/en1 ke 86,101 kg/em2. Faktor jumlah perekat berpengaruh nyata terhadap kerapatan, penyerapan air, modulus e1astisitas, modulus patah, keteguhan tekan sejajar permukaan dan keteguhan intemal bonding papan partikel. Makin banyak jumlah perekat menyebabkan peningkatan kerapatan dari 0,4043 g/em3 ke 0,48653 g/em3, modulus elastisitas dari 6165,6 kg/em2 ke 10928,4 kg/cm2, modulus patah dari 48,998 kg/em2 ke 98,951 kg/em2, keteguhan tekan sejajar permukaan dari 43,461 kg/cm2 ke 82,059 kg/em2 dan keteguhan intemal bonding dari 1,3697 kg/cm2 ke 3,0814 kg/em2, sedangkan penyerapan air menga1ami penurunan dari190,30 % ke 137,42 %. Secara umum papan partikel yang dihasilkan hanya sebagian memenuhi standar FAO (1958), USDA (1974) dan Kollmann dkk. (1975).
Kata Kunci : limbah penyulingan minyak gaharu, jumlah perekat, kerapatan papan