ANALISIS STRUKTUR, PERILAKU DAN KINERJA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN BAMBU (Studi kasus di Sentra Industri Kerajinan Barnbu Sendari, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Slernan, DIY)
ELI NOVITA , Ir. Djoko Suharno Radite, MS
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANDinamika sentra industri kerajinan bambu di Sendari menunjukkan berkembangnya perekonomian oleh kegiatan industri keeil yang awalnya dicirikan oleh industri keeill rumah tangga. Perubahan selera konsumen dan makin bersaingnya pasar menuntut adanya peningkatan kualitas yang terus-menerus. Adanya peningkatan kualitas ini telah berhasil membuka pasar bagi sentra industri kerajinan bambu Sendari. Namun kekuatan pasar memberi kemungkinan muneulnya dampak balik pada perusahaan kerajinan sehingga struktur industri itu sendiri tidak lagi homogen. Struktur yang heterogen ini pada akhimya akan memberikan dampak pada ragam kualitas dan ini berarti rentang harga yang muneul di pasar menjadi semakin lebar. Selain itu akan muneul perilaku harga sebagai akibat peningkatan kuantitas suplai hasil kerajinan bambu. Pasar menjadi lebih kompetitif, yang semula eenderung bersifat producer's driven market berubah menjadi consumer's driven market. Dalam konteks inilah diperlukan adanya suatu kajian tentang struktur industri ini, agar bermanfaat bagi penyusunan kebijakan pengembangan industri ini di masa mendatang yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk melakukan pengukuran yang eermat terhadap pengembangan dan pengelolaan industri kerajinan bambu di pedesaan. Metodologi pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan metode penelitian total populasi, menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Data pokok hasil wawaneara kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Analisis Struktur, Perilaku dan Kinerja. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa struktur industri di Sendari adalah oligopoli longgar. Struktur ini diketahui dari beberapa karakteristik, antara lain: terdapat konsentrasi industri oleh industri-industri yang memiliki pangsa pasar besar dan menunjukkan tingkat konsentrasi di atas 40%, adanya keterbatasan yang nyata pada pasar tenaga kerja, pasar bahan baku, teknologi dan akses pasar, serta hambatan masuk (barrier to entry) bagi para pendatang barn (new entrant) yang eukup kuat. Seeara selektif, kiranya periu diuji eoba beberapa bentuk intervensi kebijakan yang mengarah pada kemudahan akses pasar, baik untuk bahan baku maupun produk-produk kerajinan, pengembangan SDM, kemudahan akses kredit permodalan, dan hubungan kerja kemitraan merupakan beberapa pilihan yang seeara langsung maupun tidak langsung akan menopang industri rumah tangga seeara khusus dan industri di Sendari pada umumnya.
Kata Kunci : struktur industri, Analisis Struktur, Perilaku dan Kinerja, pangsa pasar