KOMPOSISI DAN POTENSI JENIS POHON YANG BERKHASIAT OBAT DI KAWASAN HUTAN LINDUNG RPH KALIURANG ANAK PETAK 10b MERAPI SELATAN YOGYAKARTA
ARI NURWIJAYANTO, Ir.. Soewarno HB., M.S.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan tropis menyediakan berbagai jenis untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satunya adalah pohon obat, yang selain digunakan untuk faktor pembentuk budaya masyarakat sekitar hutan disisi lain, pengelolaan hutan yang berorientasi pada kayu telah menyebabkan penyusutan habitat alam dan potensi kehadiran tumbuhan dihutan. Penelitian ini ditujukan sebagai sebuah studi observasi mengenai komposisi dan potensi jenis pohon yang berkasiat obat, keadaan ekologi pohon berkasiat obat dalam habitat alaminya (pada hutan lindung RPH Kaliurang anak petak lOb Merapi Selatan Yogyakarta) Tehnik yang dipakai untuk penelitian tersebut menggunakan metode deskriptif kualitatif, perhitungan keanekaragaman jenis menurut Indeks Shannon-Krebs, penentuan pola distribusi jenis dan kerapatan jenis menurut Brower dan Zar. Hasil analisis menunjukan bahwa jumlah pohon yang berkasiat obat sebanyak 17 jenis yaitu ; Dadap ayam, Dadap serep, Ginje, Jambe, Kasumba, Kayu manis, Kayu pedang, Kedondong, Kemuning, Kenanga, Kepel, Kina ledgerana, Kwalot, Kemlandingan, Mundu, Pulai, Salam. Nilai kerapatan tertinggi diduduki oleh pohon Kina ledgerana dan nilai terendah diduduki oleh pohon Pulai. Indeks keanekaragaman jenis sebesar 1,0521, dengan kecederungan pola persebaran pohon yang berkasiat obat mengikuti pola persebaran mengelompok tetapi berbeda dengan pohon Pulai yang tersebar dengan pola persebaran acak. Potensi pemanfaatan pohon yang berkasiat obat oleh masyarakat Kinahrejo hanya terbatas untuk mengobati penyakit yang umum dan bagian yang digunakan terbatas pada bagian daun, buah, sedikit kulit batang, dan sedikit akar, sehingga tetap terjaga kelestarian pohon yang berkasiat obat di alamo
Kata Kunci : komposisi dan pemanfaatan jenis pohon yang berkasiat obat