Laporkan Masalah

STRUKTUR DAN KOMPOSISI TUMBUHAN BAWAH SERTA POTENSINYA SEBAGAI TUMBUHAN OBAT PADA KAWASAN CAGAR ALAM PLAWANGAN TURGO YOGYAKARTA

JOHANES ALIKA, Prof. Dr. Ir. H. Djoko Marsono

2004 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pemanfaatan hasil hutan yang lebih banyak ditekankan pada produk kayu, telah menyebabkan· degradasi ekosistem hutan. Kondisi ini mengakibatkan tumbuhan hutan yang dianggap kurang komersial, menjadi cenderung kurang ·diperhatikan. Salah saUl komponen penyusun hutan yang kurang diperhatikan adalah tumbuhan bawah. Hal ini sangat disayangkan karena, tumbuhan bawah juga memiliki nmgsi ekologis dan mungkin dapat digtmakan sebagai obat sehingga perlu diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari stmktur, komposisi dan jenis-jenis mmbuhan bawah yang'b'ermanfaat sebagai obat." Pengambilan sampel dilakukan 91 Anak Petak 6a] dan 6a2 kawasan eagar . Alam Plawangan Turgo Kaliurang Yogyakarta. Rentang waktu penelitian pada bulan Oktober sampai bulan November tahun 2003. Penelitian ini terfokus pada penelitian lapangan melalui pengambilan sampel dengan nested sampling. Jenis tumbuhan bawah yang diteliti meliputi herba den~an petak berukuran I x 1 m2, dan semak menggunakan petak berukllfan 4 x 4 m . Petak ukur ditempatkan pada garis-garis yang dibuat secara tegak lurus, dan berselang-seling padajalur rintisan. Jarak antar garis 50 m, dan jarak antar petak ukur 25 m. Penghittmgan strukttrr tumbuhan bawah, dilakukan dengan melihat kelimpahan tiap jenis penyusun yang ditemukan melalui INP. Walaupun penelitian terfokus pada data primer, dilakukan juga pengambilan data sektmder melalui sttldi pustaka dan pencarian data. internet Data sekunder ini digtmakan unruk membandingkan dan melengkapi hasil-hasil temuan di lapangan. Pada Anak Petak 6a1 ditemukan 26jenis herba, dan pada Anak Petak 6a2 ditemukan 19 jenis herba. Herba dengan kelimpahan terbesar di kedua anak petak ini, adalah Eupatorium riparium. INP Eupatorium riparium pada Anak Petak 6a1 adalah 36,132 %, dan pada Anak Petak 6a2 adalah 18,714 %. Dnruk semakpada Anak Petak 6aI, ditemukan 15 jenis dengan INP terbesar dimiliki anakan Cinchona pubescens sebesar 46,234 %. Pada Anak Petak 6a2, diternukan 9 jenis semak dengan INP tertinggi ada pada Lantana camara sebesar 60,913 %. Jumlah jenis keselumhan herba dan semak yang ditemukan adalall 46 jenis. Dari 46 jenis ini, hanya 19 jenis yang dapat diidentifikasi berpotensi sebagai obat.

Kata Kunci : Struktur, komposisi, tumbuhan bawah, herbal, semak, tumbuhan obat.

  1. S1-2004-121447_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2004-121447_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2004-121447_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2004-121447_TITLE.pdf