Pengaruh Pemberian Kafein dalam Cokelat terhadap Ekspresi Osteokalsin pada Pergerakan Gigi secara Ortodonti Kelinci
AZARINA WIDYA A, Dr. drg. Ananto Ali Alhasyimi, M.D.Sc., Sp. Ort ; Prof. Dr. drg. Pinandi Sri Pudyani, SU., Sp. Ort (K)
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIPergerakan gigi secara ortodonti diperoleh melalui remodeling tulang alveolar dan ligamen periodontal. Remodeling tulang alveolar terjadi karena aktivitas osteoblas dan osteoklas. Osteokalsin merupakan salah satu penanda pembentukan tulang osteoblastik. Kafein diketahui dapat memengaruhi remodeling tulang alveolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kafein dalam cokelat terhadap ekspresi osteokalsin pada pergerakan gigi secara ortodonti kelinci. Sebanyak 48 ekor kelinci (Oryctolagus cuniculus) dibagi menjadi empat kelompok penelitian (kelompok A kontrol, kelompok B dosis 14 mg, kelompok C dosis 21 mg, kelompok D dosis 24 mg). Open coil spring diaplikasikan pada inter-insisivus mandibula dengan kekuatan 50 gram. Pemberian cokelat kepada hewan coba dilakukan setiap hari. Pengambilan cairan krevikuler gingiva kelinci dilakukan pada hari ke-0, 1, 7 dan 14 hari setelah pemasangan alat ortodonti. Ekspresi osteokalsin diamati pada Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Analisis statistik menggunakan uji Anava dua jalur dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Anava dua jalur diperoleh nilai p<0,05 menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok dosis, antar kelompok durasi dan interaksi keduanya. Puncak kadar osteokalsin pada seluruh kelompok terjadi pada hari ke-1, sedangkan yang terendah terjadi pada hari ke-0. Kadar osteokalsin seluruh kelompok mengalami penurunan pada hari ke-7 dan kembali mengalami peningkatan pada hari ke-14. Semakin tinggi dosis kafein, kadar osteokalsin yang dihasilkan semakin tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian kafein dalam cokelat dapat meningkatkan ekspresi osteokalsin pada pergerakan gigi secara ortodonti.
Orthodontic tooth movement is achieved through the alveolar bone and periodontal ligament remodelling. Alveolar bone remodelling occurs due to the activity of osteoblasts and osteoclasts. Osteocalcin is a marker of osteoblastic bone formation. Caffeine is known to affect alveolar bone remodeling. This study aimed to determine the effect of caffeine consumption in chocolate on the expression of osteocalcin in orthodontic tooth movement of rabbits. A total of 48 rabbits (Oryctolagus cuniculus) were divided into four study groups (group A control, group B at 14 mg dose, group C at 21 mg dose, group D at 24 mg). An open coil spring was applied to the mandibular inter-incisors with 50 grams of force. Chocolate administration to the rabbits was done every day. Gingival crevicular fluid of the rabbit was taken on days 0, 1, 7 and 14 days after orthodontic appliance installation. Osteocalcin expression was observed on Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). The data were analyzed using two-way Anova with 95% degree of confidence. Two-way ANOVA analysis obtained p value <0.05, indicating that there were significant differences between the dose groups, between the duration group, and the interactions between them. The highest level of osteocalcin in all groups occurred on day-1, while the lowest occurred on day 0. Osteocalcin levels in all groups decreased on day-7, then increased again on day-14. Higher level of osteocalcin occurred on the higher caffeine dose compared to the lower dose. The conclusion showed that consumption of caffeine in chocolate can increase the expression of osteocalcin in orthodontic tooth movement.
Kata Kunci : pergerakan gigi ortodonti, cokelat, kafein, osteokalsin