Laporkan Masalah

Analisis Hubungan Keuangan Daerah dan Ekonomi WIlayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur

LIVIANA S. DARCIANI, Dr. Lutfi Muta'ali, MT; Dr. Andri Kurniawan, M.Si.

2021 | Tesis | MAGISTER GEOGRAFI

Pencapaian pembangunan daerah tidak terlepas dari peran kebijakan pemerintah daerah. Kebijakan otonomi daerah memberikan kesempatan dan kewenangan bagi daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber potensial daerah demi mencapai kesejahteraan daerah. Namun dalam perkembangannya, kebijakan otonomi daerah belum mampu memberikan kesejahteraan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi bagi beberapa daerah; bahkan memperluas disparitas antar wilayah. Kondisi ini tidak terlepas dari konfigurasi geografis masing-masing wilayah maupun kebijakan pemerintah daerah, sehingga ketergantungan pada pemerintah pusat masih sangat besar. Salah satu wilayah dengan tingkat perkembangan yang rendah dan bahkan tergolong tertinggal adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan daerah, ekonomi wilayah, serta mengidentifikasi hubungan antara kinerja keuangan daerah dan ekonomi wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif melalui teknik analisis secara matematis, autokorelasi spasial (Indeks Moran), korelasi Rank Spearman, dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi kinerja keuangan daerah dan ekonomi wilayah. Analisis Indeks Moran menunjukkan pola sebaran spasial PDRB yang mengelompok, sedangkan PAD membentuk pola sebaran spasial yang acak. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi korelasi yang signifikan antara desentralisasi fiskal dengan PDRB. PAD berkorelasi dengan PDRB. Selain itu, belanja publik berkorelasi signifikan dengan PDRB. Analisis crosstab pada kemampuan keuangan daerah dan perkembangan ekonomi wilayah menunjukkan bahwa hanya Kabupaten Sumba Timur yang termasuk dalam kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kinerja keuangan daerah dan ekonomi wilayah pada beberapa wilayah di Provinsi NTT, sedangkan sebagian daerah lainnya menunjukkan tidak terdapat korelasi antara keduanya.

The achievement of regional development cannot be separated from the role of local government policies. Regional autonomy policies provide opportunities and authority for regions to optimize the utilization of regional potential resources in order to achieve regional prosperity. However, in its development, regional autonomy policies have not been able to provide welfare and equitable economic growth for several regions; even widen the disparity between regions. This condition is inseparable from the geographical configuration of each region and local government policies, so that dependence on the central government is still very large. One of the areas with a low level of development and even classified as underdeveloped is East Nusa Tenggara Province. This study aims to analyze regional financial performance, regional economy, and identify the relationship between regional financial performance and regional economy in East Nusa Tenggara Province in 2019. The method used in this study is a quantitative descriptive method through mathematical analysis techniques, spatial autocorrelation (Moran Index), Spearman Rank correlation, and cross tabulation analysis. The results showed there were variations in regional financial and regional economic performance. Moran's Index analysis shows a clustered pattern of spatial distribution of GRDP, while PAD forms a random pattern of spatial distribution. The results of the analysis show that there is a significant correlation between fiscal decentralization and GRDP. PAD is correlated with GRDP. In addition, public spending is significantly correlated with GRDP. Crosstab analysis on regional financial capacity and regional economic development shows that only East Sumba Regency is included in the high category. It can be concluded that there is a relationship between regional financial performance and regional economy in several regions in NTT Province, while some other regions show no correlation between it.

Kata Kunci : pembangunan wilayah, kinerja keuangan daerah, ekonomi wilayah, indeks moran.

  1. S2-2021-433027-abstract.pdf  
  2. S2-2021-433027-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-433027-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-433027-title.pdf