Perencanaan Strategis Dana Desa (Studi Pada Desa Gelangsar Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat)
SITI KURNIATUL LAIL, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., Ak., CA.
2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIDi setiap tahunnya alokasi dana desa terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun jumlah dana desa yang sangat besar tidak diikuti dengan jumlah sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, banyak pemerintah desa melakukan penyimpangan. Meski terjadi beberapa penyimpangan bukan berarti program dana desa adalah kebijakan yang buruk dan tidak sedikit pula desa telah berhasil mengelola dana desa. Salah satu desa yang berhasil dalam mengelola dana desa ialah Desa Gelangsar. Desa Gelangsar termasuk di antara tiga desa dari 995 desa yang ada di NTB menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Umum sebagai desa pelopor good governance. Maka dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan strategis dana desa pada Desa Gelangsar Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat serta mengidentifikasi aspek penghambat dalam pelaksanaan perencanaan strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam. Berdasarkan hasil analisis bahwa (1) Rendahnya pengetahuan sumber daya manusia Desa Gelangsar khususnya terkait perencanaan strategis. (2) Kepala Desa Gelangsar telah mengontrol dengan baik untuk memastikan rencana-rencana yang telah ditetapkan sudah berhasil atau bahkan gagal, Kepala Desa Gelangsar membentuk visi secara shared vision, visi dan misi Kepala Desa Gelangsar telah memiliki sinergi dengan visi dan misi Bupati Lombok Barat. (3)Perencanaan secara partisipatif sudah menjadi kebiasaan bagi pemerintah Desa Gelangsar dalam merencanakan kegiatan. (4) Penyebarluasan (dissemination) terhadap dokumen perencanaan strategis telah dilakukan sebagai bentuk transparansi pemerintah desa untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah desa serta untuk menghindari kesalahpahaman antara pemerintah desa dengan masyarakat desa (5) Elemen proses perencanaan strategis dilakukan melalui musyawarah untuk mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada di desa. Aspek yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan perencanaan strategis pada Desa Gelangsar. Yaitu sumber daya manusia, teknis dalam penyusunan perencanaan strategis, keterbatsan anggaran, dan kurangnya dukungan masyarakat.
The allocation of village funds continues to increase from year to year, therefore, village funds' strategic planning is something important to consider in its utilization. However, the huge amount of village funds is not accompanied with sufficient number of quality human resources. Consequently, several village administrations get involved in misappropriations. Although there have been some misappropriations, it does not mean that the village fund program is a bad policy, in fact, many villages have succeeded in managing village funds. One of the villages that succeeds in managing village funds is Gelangsar Village. Gelangsar Village is one of the three villages, out of 995 villages in West Nusa Tenggara (NTB) that received an award from the Ministry of Finance, Directorate General of Public Treasury as a pioneer village of good governance. Therefore, this study analyzes the strategic planning of village funds in Gelangsar Village, Gunungsari District, West Lombok Regency. This study aims to analyze Gelangsar village administration's strategic planning implementation and identify the constraining aspects in the strategic planning implementation. This study uses a qualitative approach, the data collection technique used in this study is the in-depth interview method. The analysis results show that (1) The knowledge of the human resources of Gelangsar Village, especially related to strategic planning, is low. (2) The village head of Gelangsar has controlled well to ensure that the set plans succeed or even fail, Gelangsar Village head has developed a shared vision, the vision and mission of Gelangsar village head are in synergy with the vision and mission of West Lombok Regent. (3) Participatory planning has become a habit for Gelangsar village administration in Strategic Planning activities. (4) Strategic planning documents dissemination has been conducted as a form of village administration's transparency to maintain public trust in the administration and to avoid misunderstandings between the village administration and the people (5) Strategic planning process elements are carried out through deliberation to identify potentials and problems that are in the village. The researcher identifies 4 constraining aspects in Gelangsar Village's strategic planning implementation, namely human resources, strategic planning preparation technique, budget constraints, and lack of people's support.
Kata Kunci : Perencnaan Strategis, Dana Desa, Sektor Publik