Pengaruh Keberadaan Bandara Internasional Supadio terhadap Perkembangan Permukiman di sekitar Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Kecamatan Sungai Raya
DWI MILLENIA ARIYANI, Joni Purwohandoyo, S.Si, M.Sc
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHBandara Internasional Supadio merupakan prasarana transportasi udara yang berada di Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya. Tiap wilayah yang memiliki bandara didalamnya akan memiliki peruntukan ruang berupa Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang dimanfaatkan untuk kegiatan operasi penerbangan pesawat udara dan menjamin keselamatan penerbangan. Kecamatan Sungai Raya merupakan salah satu wilayah pada KKOP Bandara Internasional Supadio, khsususnya adalah Desa Limbung. Keberadaan Bandara Internasional Supadio ditunjukkan dengan pergerakan penumpang pesawat udara. Keberadaan bandara tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap variasi permukiman dan perkembangan luas permukiman di Desa Limbung yang dilihat dari tahun 2007-2018. Tujuan pertama menggunakan teknik analisis skalogram dan analisis tetangga terdekat (Average Nearest Neighbour), tujuan kedua berupa teknik analisis overlay dan tujuan ketiga menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan data time series. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa sebaran variasi permukiman di Desa Limbung berada pada Hirarki I dan membentuk pola persebaran berupa mengelompok. Luas perubahan permukiman dari tahun 2007-2018 adalah sebesar 233,81 Ha dengan laju perubahan secara persentase sebesar 0,0152% pertahun. Pengaruh jumlah pergerakan penumpang pesawat udara di bandara memberikan nilai koefisien parameter sebesar 0,00003749.
Supadio International Airport is an airport located in West Kalimantan Province, Kubu Raya District. Every region that has an airport must have a space allocation called as Safety of flight operations area (KKOP). Safety of flight operations area (KKOP) is used for aircraft flight operations and to ensure flight safety. Sungai Raya Sub-District is one of safety of flight operations area (KKOP) of Supadio International Airport especially Limbung Village. The movement of aircraft passengers is the indicator to show the existence of Supadio International Airport. The existence of Supadio International Airport could’ve influenced the settlement variation and the changing area of the settlement in Limbung Village. This Research has three aims: to identify the spreading of settlement variations, analyse the changing area of the settlement from 2007-2018 and to analyse the influenced of the aircraft passenger movement to the settlement development from 2007-2018. This research uses the quantitative method in every aim. The first one uses skalogram analyse and Average Nearest Neighbour, the second aim uses overlay analyse and the third uses linear regression analysis. Based on the results, the settlement variations in Limbung Village is in hierarchy 1 and the spreading formed as clustered. The settlement area had changed about 233,81 Ha with a percentage of 0,0152% from 2007-2018. The influenced of the aircraft passenger movement provides a parameter coefficient value of 0,00003749
Kata Kunci : Bandara, KKOP, pergerakan penumpang pesawat udara, permukiman, airport, KKOP, aircraft passenger movement, settlement.