Laporkan Masalah

Pengaruh Ekstrak Etanol Biji Ketumbar (Coriandrum sativum L.) Terhadap Penghambatan Pembentukan Biofilm Streptococcus sanguinis ATCC 10556 in Vitro

SALSABILA JAZILA P, Prof. drg. Tetiana Haniastuti M.Kes., Ph.D.; Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes.

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGI

Streptococcus sanguinis merupakan bakteri yang berperan sebagai pioneer colonizers dalam tahap inisiasi pembentukan biofilm rongga mulut. Biji ketumbar memiliki kandungan flavonoid, saponin, tannin, dan linalool yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol biji ketumbar terhadap penghambatan pembentukan biofilm S. sanguinis. S. sanguinis ATCC 10556 ditanam dalam media BHI+2% sukrosa pada microplate kemudian diberi perlakuan 25 mikrogram/mikroliter, 50 mikrogram/mikroliter, 100 mikrogram/mikroliter, chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol positif, dan aquadest sebagai kontrol negatif. Microplate diinkubasi selama 24 jam kemudian dilakukan pewarnaan crystal violet 1% selama 15 menit. Setelah itu, dilakukan pembacaan densitas optik dengan spektrofotometer (lamda = 550 nm). Data kemudian dianalisis dengan uji one way ANOVA dan uji Post-Hoc LSD. Uji one way ANOVA menunjukkan hasil perbedaan yang signifikan (p<0,05) dalam penghambatan pembentukan biofilm S. sanguinis pada semua kelompok perlakuan. Uji Post-Hoc LSD menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji ketumbar 100 mikrogram/mikroliter memiliki efektivitas yang paling tinggi dibandingkan dengan 50 mikrogram/mikroliter dan 25 mikrogram/mikroliter. Dapat diketahui juga bahwa ekstrak 50 mikrogram/mikroliter dan 25 mikrogram/mikroliter memiliki kemampuan yang setara dalam menghambat pembentukan biofilm S. sanguinis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol biji ketumbar mampu menghambat pembentukan biofilm S. sanguinis. Ekstrak etanol biji ketumbar 100 mikrogram/mikroliter memiliki efektivitas yang paling tinggi apabila dibandingkan dengan 50 mikrogram/mikroliter dan 25 mikrogram/mikroliter, namun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan chlorhexidine gluconate 0,2%.

Streptococcus sanguinis is bacteria that acts as pioneer colonizer in the initiation stage of biofim formation. Coriander seeds contain flavonoid, saponin, tannin, and linalool that can inhibit bacterial growth. The purpose of this study was to determine the effect of ethanol extract of coriander seeds on the inhibition of S. sanguinis biofilm formation. S. sanguinis ATCC 10556 was cultured in BHI medium containing 2% sucrose and treated with 25 mikrogram/mikroliter, 50 mikrogram/mikroliter, 100 mikrogram/mikroliter coriander extract, 0,2% chlorhexidine gluconate as a positive control, and aquadest as a negative control. The microplate was incubated for 24 hours, then stained using 1% crystal violet for 15 minutes. The optical density was measured using spektrofotometer (lamda = 550 nm). The data was analyzed using one way ANOVA test followed by Post-Hoc LSD test. One way ANOVA showed a significant difference (p<0.05) among groups. Post-Hoc LSD test showed that 100 mikrogram/mikroliter coriander seeds ethanol extract had the highest effectiveness compared to 50 mikrogram/mikroliter and 25 mikrogram/mikroliter. In addition, 50 mikrogram/mikroliter and 25 mikrogram/mikroliter extract had equal ability to inhibit S. sanguinis biofilm formation. In conclusion, the ethanol extract of coriander seeds is able to inhibit S. sanguinis biofilm formation. In addition, 100 mikrogram/mikroliter coriander seeds ethanol extract has the highest effectiveness if compared to 50 mikrogram/mikroliter and 25 mikrogram/mikroliter, although its effectiveness is still lower than 0.2% chlorhexidine gluconate.

Kata Kunci : Ethanol extract of coriander seeds, Streptococcus sanguinis, biofilm formation.

  1. S1-2021-427269-abstract.pdf  
  2. S1-2021-427269-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-427269-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-427269-title.pdf