Laporkan Masalah

PERSEPSI DAN RESPON PETANI TERHADAP ARAH PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN AKIBAT PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA

MARTIUS DWI ASTUTI, M. Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., D. Eng;Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP., Ph.D.

2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Pembangunan Bandara Internasioanal Yogyakarta sebagai bandara baru yang berlokasi di Kecamatan Temon telah mengubah ruang disekitarnya yang didominasi oleh lahan pertanian dan permukiman pedesaan telah berubah menjadi mega proyek bandara. Meskipun mulai bermunculan alih fungsi lahan pertanian namun banyak petani yang tetap mempertahankan lahan pertanian yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi persepsi petani dan peran lembaga kelompok tani yang mereka ikuti dalam menyikapi pembangunan bandara dan dalam merespon arah pemanfaatan lahan yang mereka miliki. 2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan respon petani dalam memanfaatkan lahan pertanian. Metode yang digunakan adalah metode deduksi dengan teknik Sequential Mixed-Methods. Terdapat pengisian kuesioner terhadap 100 responden rumah tangga petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terbagi dalam dua zona wilayah, dekat dan jauh dari bandara. Berdasarkan hasil temuan awal kemudian dilakukan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi sejumlah kasus yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi rumah tangga petani terhadap pembangunan bandara menunjukkan hal yang positif atau setuju, sementara respon pemanfaatan lahan pertanian yang mereka miliki menunjukkan kecenderungan untuk tetap mempertahankan lahan tersebut sebagai pertanian produktif, baik di wilayah yang dekat maupun jauh dari bandara. Keputusan rumah tangga petani tidak dipengaruhi oleh adanya kelembagaan berupa kelompok tani. Justru faktor yang mempengaruhi respon rumah tangga petani dalam mempertahankan lahan pertanian yang mereka miliki antara lain lama pengalaman bertani, lama tinggal dan menetap, status pekerjaan, pendapatan perbulan, dan kepemilikan aset lahan yang semuanya merupakan variable internal yang melekat pada masing-masing rumah tangga petani.

The development of Yogyakarta International Airport as a new airport located in Temon District has transformed the surrounding space, which is dominated by agricultural land and rural settlements, into a mega airport project. Although the conversion of agricultural land has begun to appear, many farmers still maintain their land as productive agricultural land. Therefore, this study aims to 1) Identify the perceptions of farmers and the role of the farmer group institutions they participate in responding to airport development and in responding to the direction of land use they have. 2) Identify the factors that influence the perception and response of farmers in utilizing agricultural land use. The deduction method is used with mixed analysis techniques (Sequential Mixed-Methods). There are questionnaires filled out to 100 respondents of farmers who are members of farmer groups divided into two regional zones, near the airport and far from the airport. The initial findings were then conducted in-depth interviews to explore several emerging cases. The results showed that farmers' perception of the development of Yogyakarta International Airport was positive. In contrast, the response to using their agricultural land showed a tendency to maintain the land as productive agriculture. Their desire to keep their land as productive agricultural land is still firm in areas near and far from the airport. In responding to their desire to maintain agricultural land as productive agricultural land is not influenced by the existence of institutions in the form of farmer groups. Precisely the factors that influence the response of farmer households in maintaining their agricultural land include the length of experience in farming, length of stay and settlement, employment status, monthly income, and ownership of land assets. All of which are internal variables attached to each farmer.

Kata Kunci : Persepsi, Respon, Petani, Pemanfaatan Lahan, Bandara, Faktor Internal, Faktor Eksternal

  1. S2-2021-434635-abstract.pdf  
  2. S2-2021-434635-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-434635-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-434635-title.pdf