Laporkan Masalah

Peran Kepemimpinan Adat dan Stakeholders Dalam Pengembangan Pariwisata Pemandian Air Terjun Ubadari Di Kampung Ubadari Distrik Kayauni Kabupaten Fakfak

HASAN JASIR IHA, Prof. Dr. Muhadjir M. Darwin, M.P.A.; Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si.

2021 | Tesis | MAGISTER KEPEMIMPINAN DAN INOVASI KEBIJAKAN

Keberhasilan pengembangan pariwisata di daerah tidak terlepas dari peran kepemimpinan adat/pemimpin informal kepada masyarakat sesuai dengan adat tradisi kearifan lokal di daerah. Faktanya bahwa masyarakat mempunyai peran sangat besar yaitu sebagai subjek penentu maju dan tidaknya pengembangan wisata pemandian air terjun Ubadari. Masyarakat sering tidak peduli dengan tradisi kekeluargaan dan kebersamaan dalam hidup senang maupun susah yang telah dilakukan oleh para leluhur sebelumnya. Untuk itu, penelitian ini memfokuskan pada bagaimana hasil dari pelaksanaan peran stakeholder dan peran pemimpin adat (mayor) dalam pengembangan pariwisata pemandian air terjun Ubadari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk memahami peran kepemimpinan lokal informal khususnya pemimpin adat (mayor) Bapak Udin Iha dan stakeholders terhadap kemajuan wisata pemandian air Ubadari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kepemimpinan adat (mayor) Kampung Ubadari berkenaan dengan sifat khas yang dimiliki Bapak Mayor, Pertama, kekerabatan/kekeluargaan dan kedamaian di Kampung Ubadari dipengaruhi oleh eksistensi pemimpin dengan karakter adat yang kuat. Dan kedua, pola kepemimpinan cenderung santai namun karena dilandasi nilai kesatria yang membela dan mengedepankan masyarakat dengan dasar ketangguhan dan kharisma leluhur. dengan kepemimpinan tersebut justru menguatkan nilai komunal di kalangan warga masyarakat Kampung Ubadari secara personal dan kelompok. Nilai kesatria dan komunal ini tak lepas dari penghayatan spiritual para pemimpin adat dan warga masyarakat yang sangat menghargai dan menghormatii leluhur. Peran stakeholder antara lain pemerintah pusat dan daerah yang membangun fasilitas pendukung wisata pemandian, LSM memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang sifat dan karakter sopan santun dan menghargai pengunjung dengan cara melakukan berdiskusi bersama, generasi millennial yang hadir dengan mengajak masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan pemandian dengan mengajak masyarakat kerja bhakti bersama dan mempromosikan wisata pemandian kepada masyarakat luas secara online melalaui akun facebook, instagram, twitter, youtube, dan snapchat, dan masyarakat adat sendiri yang berkomitmen agar pariwisata pemandian dijalankan dengan dasar tetap berpegang pada budaya satu tungku tiga batu dan berfokus pada tradisi mehak (kopi asli Fakfak), mahe tuni (rokok asli Fakfak) dan agama wodoorâ (agama keluarga). Dukungan dan support peran dari stakeholder ini dilakukan dengan tujuan pengembangan wisata pemandian air terjun Ubadari agar kedepan lebih maju lagi sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kampung Ubadari dan masyarakat di sekitarnya.

The success of tourism development in the region cannot be separated from the role of traditional leadership/informal leaders to the community in accordance with local wisdom traditions in the region. the fact is that the community has a very large role, namely as an object in the development or not of developing Ubadari waterfall bathing tourism. People often don't care about family traditions and togetherness in happy and difficult lives as was done by the previous ancestors. For this reason, this study focuses on how the results of the implementation of the role of stakeholders and the role of customary leaders (major) in the development of tourism in the Ubadari waterfall baths. This study uses descriptive qualitative research methods to understand the role of informal local leadership, especially the traditional leader (major) Mr. Udin Iha and stakeholders on the progress of Ubadari water bathing tourism. The results showed that, the customary leadership (major) of Ubadari village about the distinctive characteristics of Mr. Mayor, First, kinship/kinship and peace in Ubadari village are influenced by the existence of leaders with strong traditional characters. And second, the pattern of leadership tends to be relaxed but because it is based on the value of chivalry which defends and puts the community first on the basis of ancestral toughness and charisma. With this leadership, it actually strengthens communal values among the people of Ubadari village personally and in groups. This chivalry and communal value cannot be separated from the spiritual appreciation of traditional leaders and community members who greatly value and respect their ancestors. The roles of stakeholders include the central and local governments who build bathing tourism supporting facilities, NGOs provide understanding to the public about the nature and character of courtesy and respect for visitors by conducting joint discussions, the millennial generation who attended by inviting people to be aware of the cleanliness of the bathing environment by inviting the public working together and promoting bathing tourism to the wider community online through Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, and Snapchat accounts, and the indigenous people themselves who are committed to bathing tourism on the basis of sticking to the culture of one three stone stove and focusing on tradition " mehak (Fakfak original coffee), mahe tuni (Fakfak original cigarette) and wodoor religion (family religion). Support and support for the role of stakeholders is carried out with the aim of developing Ubadari waterfall bathing tourism so that in the future it will be more advanced so that it has a positive impact on the Ubadari village community and the surrounding community.

Kata Kunci : Peran, Kepemimpinan, Pemimpin Adat, Pengembangan Pariwisata

  1. S2-2021-437709-abstract.pdf  
  2. S2-2021-437709-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-437709-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-437709-title.pdf