HERBAL DALAM RANGKA SWAMEDIKASI DALAM HUBUNGANNYA SEBAGAI IMUNOMODULATOR : NARRATIVE REVIEW
NASHRULLY, Dr. apt. Chairun W., M.Kes.App.Sc.; Dr. apt. Purwanto, M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 FARMASIPenyakit yang menyerang manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 2 macam pengobatan, yaitu pengobatan yang dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat dan pengobatan yang harus memerlukan tenaga medis lain, yaitu dokter untuk diagnosa dan pemberian obatnya. Dalam hal pengobatan sendiri ini, pemerintah membuat regulasi tentang obat yang dapat digunakan masyarakat tanpa melalui resep dokter untuk mendapatkannya, antara lain yaitu obat bebas dan bebas terbatas. Selain itu, pola terapi yang juga berkembang di masyarakat Indonesia adalah terapi dengan menggunakan herbal, terutama untuk penyakit degeneratif dan sarana preventif. Saat ini, dengan berkembangnya pandemi covid-19, masyarakat berusaha untuk penguatan sistem imunitas tubuh yang salah satunya dapat dilakukan dengan pengkonsumsian herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui herbal yang dapat berfungsi sebagai imunomodulator yang dapat digunakan sebagai sarana swamedikasi di masyarakat dengan metode narrative review. Penyusunan penelitian tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi penelusuran artikel, seleksi artikel, dan penulisan narrative review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbal seperti kunyit, temulawak, meniran, dan sambiloto merupakan herbal yang banyak di Indonesia dan dapat digunakan masyarakat dalam tujuan sebagai imunomodulator.
Disease that attact humans can basically be devided into 2 types of treatments, which can be carried out by the community itself and a treatment that must require other medical personnel, such doctor. In term of self medication, Indonesian societies have been using herbs for long time, especially for degenerative diseases and preventive purpose. Currently, with the development of Covid-19 outbreak, people are trying to strengthen the body's immune system, one of which can be done by consuming herbs. This study aimed to determine which herbs can act as immunomodulators with a narrative review methods. The preparation of the research was carried out through several stages, including article searching, article selection, and writing a narrative review. The results showed that herbs such as turmeric, meniran, and sambiloto are herbs that are widely available in Indonesia and can be used by the public for the purpose of being an immunomodulator.
Kata Kunci : herbal, imunomodulator, swamedikasi, herb, immunomodulator, self-medication