Kapasitas Kepemimpinan Kepala Daerah Dalam Pengembangan Inovasi Sektor Publik (Studi Kasus Inovasi Aspal Karet Berbasis Lateks Pravulkanisasi di Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2019-2020)
YUDISTIRA PRATAMA, Prof. Dr. Muhadjir M. Darwin, M.P.A.; Dr. Nanang Indra Kurniawan, S.IP., M.P.A.
2021 | Tesis | MAGISTER KEPEMIMPINAN DAN INOVASI KEBIJAKANInovasi pada organisasi sektor publik yang bertugas mengurus segala kebutuhan, kepentingan dan hajat hidup orang banyak pada seluruh bidang kehidupan bermasyarakat menjadi sebuah keharusan karena permasalahan yang dihadapi oleh publik (masyarakat) semakin kompleks dan beragam. Sayangnya inovasi pada sektor publik masih tergolong minim dikarenakan tidak adanya kompetitor dan segala kegiatan operasionalnya dibiayai oleh APBN/APBD sehingga membuat iklim kerja dan inovasi pada sektor publik kurang kompetitif dan cenderung bersifat business as usual. Kepemimpinan menjadi salah satu faktor terpenting dalam merealisasikan sebuah inovasi, terlebih pada era desentralisasi kepala daerah sebagai top leader diberikan kewenangan yang sangat luas sehingga dapat memanfaatkan semua sumber daya dan instrumen yang ada untuk mengakselerasi inovasi berbasiskan pada kebutuhan dan potensi lokal. Inovasi aspal karet berbasis lateks pravulkanisasi di Kabupaten Muba merupakan salah satu bentuk inovasi yang berhasil menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh petani karet di Kabupaten Muba. Hasil penelitian kualitatif ini menunjukkan bahwa realisasi inovasi ini tidak terlepas dari peran penting kepemimpinan kepala daerah sebagai top leader dengan memanfaatkan segala sumber daya dan instrumen yang ada.
Innovation in public sector organizations tasked with taking care of all the needs, interests, and livelihoods of many people in all sectors of social life is a must, because the issues faced by the public (society) are increasingly complex and diverse. Unfortunately, innovation in the public sector is still relatively minimal, due to the absence of competitors and all operational activities are financed by the State Budget/Regional Budget, thus making the work climate and innovation in the public sector less competitive and tend to be ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½business as usual���¢�¯�¿�½�¯�¿�½ in nature. Leadership is one of the most important factors in realizing an innovation, especially in the decentralization era, regional heads as top leaders are given very broad authority, which enables them to utilize all available resources and instruments to accelerate innovation based on local needs and potential. The innovation of pre-vulcanized latex-based rubber asphalt in Muba Regency is one form of innovation that has succeeded in becoming a solution to the problems faced by rubber farmers in Muba Regency. The results of this qualitative study indicate that the realization of this innovation was inseparable from the important role of the regional head as the top leader by utilizing all available resources and instruments.
Kata Kunci : kepemimpinan, kepala daerah, desentralisasi, inovasi sektor publik