Laporkan Masalah

RAGAM PENYUSUN, KEBERLANJUTAN AGROFORESTRI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

ROSALIA SILABAN, Dr. Priyono Suryanto, S.Hut.,M.P ; Prof. Dr. Ir. Sumardi, M.For.Sc.

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU KEHUTANAN

Pola pemanfaatan lahan hutan rakyat dibagi atas tiga yaitu hutan/wono, tegalan dan pekarangan. Namun pemanfaatan hutan yang sering ditanami tanaman pangan adalah tegalan dan pekarangan. Pengelolaan hutan rakyat dengan sistem agroforestri pada hutan rakyat berpotensi dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Gunungkidul. Agroforestri merupakan pola penggunaan lahan dengan memadukan tanaman pertanian dengan tanaman kehutanan (tahunan) secara bersama. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ragam penyusun tanaman pangan pada lahan hutan rakyat serta mengkaji keberlanjutan agroforestri dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini dilakukan di pekarangan dan tegalan milik petani di Kabupaten Gunungkidul. Kabupaten Gunungkidul dibagi atas tiga zona pengembangan yaitu zona utara Batur Agung, zona tengah Ledok Wonosari dan zona selatan wilayah Pengembangan Gunung Seribu. Penelitian ini dilakukan dengan analisis vegetasi menggunakan metode sensus. Kemudian dilanjutkan mengetahui indeks kontribusi dan status keberlanjutan dengan metode wawancara. Responden didapatkan dengan menggunakan stratified random sampling sebanyak 36 responden. Analisis yang digunakan yaitu analisis keberlanjutan dengan metode pendekatan MultiDimensional Scaling (MDS). Sistem agroforestri mempengaruhi ragam penyusun vegetasi pada satu lokasi. Sistem agroforestri memberi ruang tumbuh antar vegetasi sehingga dapat memadukan antar tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian (pangan). Ragam penyusun tanaman pangan terdiri dari penghasil karbohidrat, empon-emponan, sayur, buah dan lemak. Jenis tanaman yang berpotensi di Kabupaten Gunungkidul sebagai penghasil karbohidrat seperti jagung dan ketela. Untuk tanaman empon-emponan yang berpotensi yaitu jahe, kunyit dan kunir. Tanaman sebagai sayuran seperti terong, cabai dan kenikir. Tanaman yang berpotensi sebagai penghasil buah yaitu pisang, durian dan papaya. Sedangkan tanaman yang berpotensi penghasil lemak adalah kelapa dan kemiri. Status KeberlanjutanAgroforestri dalam Pemenuhan Kebutuhan Pangan pada ketiga Desa yaitu Desa Semoyo, Desa Banaran dan Desa Gombang pada Kabupaten Gunungkidul berada pada rentang 50,01-75,00 yang diklasifikasikan kategori kategori Cukup Berkelanjutan. Dengan faktor yang paling mempengaruhi yaitu keberlanjutan teknik tumpangsari dilahan milik.

The pattern of community forest land use is divided into three, hutan/wono, tegalan dan pekarangan. However, the use of forests that are often planted with food crops is the tegalan and pekarangan. Community forest management with agroforestry systems in community forests has the potential to fulfill food needs in Gunungkidul Regency. Agroforestry is a land use pattern by combining agricultural crops with forestry crops (annual) together. The purpose of this study was to analyze the various constituents of food crops on community forest land and to examine the sustainability of agroforestry in meeting food needs and the factors that influence. This research was conducted in the tegalan and pekarangan owned by farmers in Gunungkidul Regency. Gunungkidul Regency is divided into three development zones, namely the northern zone of Batur Agung, the middle zone of Ledok Wonosari and the southern zone of the Gunung Seribu Development area. This research was conducted by vegetation analysis using the census method. Then proceed to find out the contribution index and sustainability status with the interview method. Respondents were obtained using stratified random sampling as many as 36 respondents. The analysis used is sustainability analysis using the MultiDimensional Scaling (MDS) approach. Agroforestry systems affect the variety of vegetation constituents at one location. The agroforestry system provides space to grow between vegetation so that it can combine forestry plants with agricultural (food) crops. The various constituents of food crops consist of producers of carbohydrates, emponants, vegetables, fruits and fats. Types of plants that have the potential in Gunungkidul Regency as a producer of carbohydrates such as corn and cassava. For potential empon-emponan plants, namely ginger, turmeric and turmeric. Plants as vegetables such as eggplant, chili and kenikir. Plants that have the potential to produce fruit are bananas, durians and papayas. Meanwhile, plants that have the potential to produce fat are coconut and candlenut. The status of the Sustainability of Agroforestry in Fulfilling Food Needs in the three villages namely Semoyo Village, Banaran Village and Gombang Village in Gunungkidul Regency is in the range of 50.01-75.00 which is classified in the "Sufficiently Sustainable" category. With the most influencing factor, namely "sustainability of intercropping techniques on owned land".

Kata Kunci : Agroforestri, ketahanan pangan, pekarangan, tegalan, Multi Dimensional Scaling (MDS), Agroforestry, food security, pekarangan, tegalan, MultiDimensional Scaling (MDS)

  1. S2-2021-433725-abstract.pdf  
  2. S2-2021-433725-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-433725-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-433725-title.pdf