Peran Psychological Empowerment dan Emotional Intelligence terhadap Workforce Agility berdasarkan Tipe Job Autonomy pada Karyawan Start-up
HASNA UZZAKIYAH, Galang Lufityanto, M.Psi., Ph.D., Psikolog
2021 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIWorkforce Agility (WFA) merupakan faktor penting yang dibutuhkan oleh perusahaan startup terutama saat menghadapi pandemi COVID-19. Temuan terdahulu mengungkap bahwa WFA dapat menunjang keberhasilan organisasi untuk bertahan menghadapi perubahan lingkungan yang signifikan, tidak pasti dan kompetitif. Kajian teori menemukan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang dapat meningkatkan WFA. Faktor internal dalam penelitian ini diwakilkan oleh variabel Psychological Empowerment (PE) dan Emotional Intelligence (EI), sementara faktor eksternal diwakilkan oleh variabel Job Autonomy (JA) yang berfungsi sebagai variabel grouping. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan survey secara daring menggunakan google form. Kemudian, penelitian ini melakukan wawancara pada sampel subjek sebagai verifikasi hasil kuesioner. Subjek dalam penelitian ini melibatkan karyawan di perusahaan startup dengan jumlah 180 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PE dan EI berperan signigikan terhadap WFA pada seluruh subjek. Namun, saat keseluruhan subjek dibagi dalam kategori JA, hanya JA dengan kategori rendah dan sedang yang menunjukkan adanya peran antara PE dan EI terhadap WFA. Dengan demikian, peran PE dan EI dapat meningkatkan WFA hanya pada subjek yang diberikan JA di level rendah dan sedang.
Workforce Agility (WFA) is an important factor for startup companies, especially when facing the COVID-19 pandemic. Previous findings revealed that WFA can support the organizations to survive in facing the environmental changes. The theory found that there are internal and external factors that can increase WFA. Internal factors in this study are represented by Psychological Empowerment (PE) and Emotional Intelligence (EI) variables, while external factors are represented by Job Autonomy (JA) variables which function as grouping variables. This research was conducted by distributing online surveys using Google Forms. Then, this study conducted interviews on a sample of subjects as a verification of the results. The subjects in this study involved 180 employees who work in startup companies. The results showed that PE and EI played a significant role on WFA in all subjects. However, when all subjects were divided into JA categories, only JA with low and moderate categories showed a role between PE and EI on WFA. Thus, the role of PE and EI can increase WFA only in subjects with JA at low and moderate levels.
Kata Kunci : Workforce Agility, Startup, Psychological Empowerment, Emotional Intelligence, Job Autonomy.