Strategi Keamanan Maritim Indonesia dalam Mengatasi Illegal Fishing di Selat Malaka Tahun 2020
SONIA AGUSTI PARBO, Dr. Muhammad Rum, S.I.P., I.M.A.S.
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenangkapan ikan ilegal bukanlah fenomena yang baru bagi wilayah perairan Indonesia, di mana kawasan maritim Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan yang melimpah, tetapi selalu diwarnai oleh berbagai tindakan kejahatan lintas batas yang tidak hanya merugikan negara, melainkan juga masyarakat pesisir. Kawasan maritim yang paling rawan terhadap ancaman penangkapan ikan ilegal adalah Laut Natuna Utara, Selat Malaka, Utara Laut Sulawesi, Laut Arafura, dan Samudera Pasifik. Ditambah lagi, pada tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat internasional, melainkan juga sektor industri negara, salah satunya industri perikanan yang berdampak pada lemahnya pengawasan di laut, sehingga memberikan peluang bagi kapal ikan asing untuk melakukan tindakan penangkapan ikan ilegal. Untuk itu, berbagai upaya maupun strategi yang dilakukan Indonesia untuk mengatasi penangkapan ikan ilegal. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan konsep keamanan maritim. Bertolak dari sana, tulisan ini memberikan suatu analisis terkait berbagai strategi yang dilakukan armada pengawas maritim Indonesia dalam menangani ancaman penangkapan ikan ilegal di Selat Malaka. Adanya keterlibatan patroli laut yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di laut yaitu PSDKP dan Koarmada I yang dilakukan dengan koordinasi pertukaran informasi dan limpahan kasus kejahatan maritim, serta meningkatkan pengawasan berbasis satelit menunjukkan keefektifan penjagaan wilayah laut. Meskipun, perlu ditingkatkan koordinasi antar aparat penegak hukum lainnya agar tercipta wilayah maritim yang bebas dari ancaman kejahatan.
Illegal fishing is not a new phenomenon for Indonesia waters, where Indonesia's maritime areas have abundant and potential marine resources, but are faced with various transnational crimes that are not only detrimental to the state, but also to coastal communities. The maritime areas most vulnerable to the threat of illegal fishing are the North Natuna Sea, the Malacca Strait, the North Sulawesi Sea, the Arafura Sea, and the Pacific Ocean. However, in 2020, the COvid-19 pandemic occurred which not only had an impact on the health of the international community, but also the state industrial sector, one of which was the fishing industry which impact in weakness of supervision at sea, thus providing opportunities for foreign fishing vessels to take illegal fishing. Various efforts and strategies have been carried out by Indonesia to overcome illegal fishing. This research report analysis of the various strategies carried out by the Indonesian maritime surveillance fleet in dealing with the threat of illegal fishing in the Malacca Strait. The involvement of marine patrols carried out by law enforcement officers at sea, namely PSDKP and Koarmada I, which is carried out by coordinating the exchange of information and an abundance of maritime crime cases, and increasing satellite-based surveillance shows the effectiveness of guarding marine areas. Although, it is necessary to improve coordination between other law enforcement officers in order to create a maritime area that is free from the threat of crime.
Kata Kunci : Keamanan Maritim, Penangkapan Ikan Ilegal, Selat Malaka, Strategi Maritim.