MENURUNKAN KEMARAHAN PADA REMAJA KORBAN PERUNDUNGAN: VALIDASI MODUL TERAPI PEMAAFAN DARING BERBASIS CBT
MEYRANTIKA MAHARANI, Nida Ul Hasanat, Dr., M.Si., Psikolog
2021 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIRemaja korban perundungan memiliki berbagai dampak emosi, pikiran, dan perilaku yang negatif. Emosi yang dominan yaitu kemarahan yang salah satunya disebabkan karena korban belum memaafkan pelaku, situasi, maupun diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas isi dan validitas empirik Modul Terapi Pemaafan Daring untuk menurunkan kemarahan pada korban perundungan. Metode yang digunakan yaitu eksperimen kuasi dengan non-randomized control group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan adalah Anger Rumination Scale (ARS), Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18), dan Modul Terapi Pemaafan Daring. Partisipan dalam penelitian ini yaitu empat professional judgement dan 12 remaja berusia 15-18 tahun yang pernah menjadi korban perundungan, memiliki skor ARS yang tinggi, skor TRIM-18 yang rendah, dan memiliki akses internet. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji independent t-test dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul Terapi Pemaafan Daring memiliki validitas isi yang baik sehingga layak digunakan. Modul juga memiliki validitas empirik yang baik sehingga dapat menurunkan tingkat kemarahan pada remaja yang pernah menjadi korban perundungan.
Adoloscence who are bullied have a variety of negative emotions, thoughts, and behaviors. Anger is a dominant emotion caused the victim has not forgiven the perpetrator, the situation, or himself. This study aims to test the content validity and empirical validity of the Online Forgiveness Therapy Module to reduce anger in victims of bullying. The method used is a quasi-experimental with non-randomized control group pretest-posttest design. The instruments used were the Anger Rumination Scale (ARS), Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18), and the Online Forgiveness Therapy Module. The participants in this study were four professional judgments and 12 adolescents aged 15-18 years who had been victims of bullying, had high ARS scores, low TRIM-18 scores, and had internet access. The data obtained were analyzed using independent t-test and paired sample t-test. The results showed that the Online Forgiveness Therapy Module had good content validity so it was feasible to use. The module also has good empirical validity so that it can reduce the level of anger in adolescents who have been victims of bullying.
Kata Kunci : Terapi Pemaafan, Intervensi Daring, Kemarahan, Perundungan, Remaja