Laporkan Masalah

PENGARUH KERAPATAN PAPAN DAN JUMLAH PEREKA T UREA FORMALDEHIDA TERHADAP SIFAT PAPAN PARTIKEL PELEPAH SALAK

SITI KASANAH , Prof'. Dr. Ir, T. A. Prayitno, M.For

2004 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Perkembangan perkebunan salak di Indonesia cukup pesat. Limbah dari pengelolaan perkebunan salak yang berupa pelepah daun selama ini belum dimanfaatkan, kecuali untuk pupuk kebun salak. Papan partikel adalah salah satu altenatif dalam pemanfaatan pelepah salak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan papan dan jumlah perekat urea formaldehida terhadap sifat papan partikel pelepah salak yang dihasilkan. Bahan penelitian yang digunakan adalah pelepah salak untuk membuat partikel, perekat urea formaldehida produksi PT. Pamolite Adhesive Industry Probolinggo dan pengeras N14CI. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu kerapatan papan (0,4 g/crrr'; 0,6 g/crrr' dan 0,8 g/crrr') dan jumlah perekat (5%; 7,5% dan 10% dari berat kering partikel partikel). Parameter yang diuji adalah kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, penyerapan air, modulus patah, modulus elastisitas, keteguhan tekan sejajar permukaan dan keteguhan internalbonding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor kerapatan papan dan jumlah perekat hanya berpengaruh nyata pada pengernbangan tebal. Nilai pengembangan .._- 3 tebal terendah sebesar 12,816% diperoleh pada kombinasi kerapatan 0,4 g/cm dan jumlah perekat 10%. Faktor kerapatan papan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, penyerapan air, modulus patah, modulus elastisitas, keteguhan tekan sejajar permukaan, modulus patah spesifik, dan berpengaruh nyata terhadap keteguhan tekan sejajar permukaan spesifik. Semakin tinggi kerapatan papan maka kadar air cenderung menurun dari 9,0573% ke 8,3673%, penyerapan air menurun dari 143,64% ke 89,539%, modulus patah meningkat dari 25,811 kg/cm'' ke 96,132 kg/ern", modulus elastisitas meningkat dari 3536,4 kg/crrr' ke 11579 kg/em', keteguhan tekan sejajar permukaan meningkat dari 25,837 kg/ern' ke 71,806 kg/em', modulus patah spesifik meningkat dari 103,90 kg/crrr' ke 159,29 kg/ern' dan keteguhan tekan sejajar permukaan spesifik meningkat dari 62,789 kg/em2 ke 96,022 kg/ern'. Faktor jumlah perekat berpengaruh sangat nyata terhadap penyerapan air, keteguhan internal bonding dan berpengaruh nyata terhadap kerapatan, modulus patah, modulus elastisitas, modulus patah spesifik dan keteguhan internal bonding spesifik. Semakin tinggi jumlah perekat maka penyerapan air menurun dari 129,12% ke 98,751%, keteguhan internal bonding meningkat dari 0,8649 kg/crn'' ke 2,0004 kg/em', kerapatan meningkat dari 0,5496 g/cm3 ke 0,5984 g/em3, modulus patah meningkat dari 47,999 kg/crn'' ke 80,656 kg/ern", modulus elastisitas meningkat dari 6114,9 kg/em' ke 9215,4 kg/em', modulus patah spesifik meningkat dan 113,20 kg/ern' ke 164,21 kg/em' dan keteguhan internal bonding spesifik meningkat dari 1,4993 kg/cm'' ke 3,1406 kg/cmi.Secara umum sifat fisika papan partikel pelepah salak telah memenuhi standar FAO (1958), USDA (1974) dan Kollmann et al. (1975), namun sifat mekanika papan partikel belum memenuhi ketiga standar tersebut.

Kata Kunci : papan partikel, pelepah salak, perekat UF, kerapatan, jumlah perekat.

  1. S1-2004-130946_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2004-130946_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2004-130946_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2004-130946_TITLE.pdf