PENGORGANISASIAN PERSEMAIAN (Studi Kasus di Unit Usaha Nursery PT. ITCI Kartika Utama, Kalimantan Timur)
TRI WAHYUNI SUKOJATI , Ir. Siswantoyo Dipodiningrat, MS.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANKebutuhan kayu sekarang ini semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Pemerintah mengantisipasi masalah tersebut dengan program Rutan Tanaman Industri. Persemaian merupakan kegiatan awal dalam membangun suatu hutan. Agar kegiatan persemaian memberikan hasil yang optimal maka dalam penanganannya masalah tenaga kerja perlu diperhatikan, baik itu menyengkut kebutuhan tenaga kerja maupun pengorganisasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan volume pekerjaan, prestasi.. kerja dan kebutuhannya, serta penorganisasiandi persemaian. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan beberapa metode pendekatan antara lain pengamatan langsung di lapangan. Untuk tiap jenis pekerjaan, pengukuran waktu kerja untuk tiap jenis pekerjaan dengan metode time study sistem repetitif timing, mempelajari struktur organisasi, laporan-laporan, dan sumber lainnya. Hasil dari pendekatan tersebut diketahui bahwa kegiatan persemaian dengan sistem biji terdiri dari penaburan, pencampuran media, pengisian polybag, penyapihan, penyiangan,penyiraman, pemupukan, penyemprotan hama penyakit, hardening off, dan se1eksi dan pengepakan. Pada sistem stek terdiri dan pengambilan stek, pemotongan stek, pemberian hormon, penenaman stek. Dan pada sistem kultur jaringan terdiri dari preparasimedia, transfer eksplan, dan aklimatisasi. Berdasarkan analisis diperoleh hasil Prestasi kerja per ROK adalah sebagai berikut : penaburan benih kecil 0,5 dan benih besar 15, pencampuran media 4,44, pengisian polybag 1441, penyapihan 3074, penyiangan 6867, penyiraman 145025, pemupukan 27723, penyemprotan hama penyakit 40000, hardening off 6759, seleksi dan pengepakan 2200, pengambilan stek 1533,pemotongan stek 1299, pemberian hormon 5594, penanaman stek 2272, preparasi media 700, transfer eksplan 350, dan aklimatisasi 1000. Pola pengorganisasian tenaga kerja lansung dilakukan oleh tenaga kontrak, tenaga borongan, dan karyawan tetap perusahaan. Pola pengorganisasian tenaga kerja tidak langsung yang diterapkan yaitu departemenisasi dan pembagian kerja berdasarkan fungsi, pelimpahan wewenang yang diterapkan merupakan gabungan antara wewenang garis dan staff, formasi jenjang pengawasan atas adalah 1 : 3, sedangkan formasi jenjang pengawasan tingkat bawah adalah 1 : 2-3, jenjang organisasi yang diterapkan meliputi 3 tingkatan yaitu Ka Unit UsahaNursery- Ka Sie Produksi- Pengawas.
Kata Kunci : Pengorganisasian, tenaga kerja, persemaian