Laporkan Masalah

PAMALI DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP, Studi Tentang Strategi Kearifan Lokal untuk Konservasi Ekosistem pada Masyarakat Adat Kampung Kuta Ciamis

EVA FAUZIA SRI H, Dr. Suharman, M.Si

2021 | Tesis | MAGISTER SOSIOLOGI

Kerusakan lingkungan dan alam yang terjadi di era globalisasi saat ini menjadi permasalahan serius. Modernisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan komunikasi pada masyarakat tradisional menjadi acaman bagi keberlangsungan kearifan lokal dan tradisi lokal masyarakat. Kampung Kuta yang terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis merupakan kampung adat Sunda yang berhasil mempertahankan konservasi ekosistem alam dan lingkungannya melalui tradisi budaya lokalnya yaitu pamali. Pamali ini merupakan aturan adat yang berupa larangan atau pantangan yang berlaku di salah satu tempat di Kampung Kuta bernama hutan keramat. Hutan keramat adalah hutan lindung yang sampai saat masih terjaga keberadaannya. Melalui fenomena tersebut, penelitian ini mengkaji: Bagaimana masyarakat Kampung Kuta memaknai pamali dalam kaitannya dengan upaya menjaga ekosistem di sekitarnya? Bagaimana pamali menumbuhkan perilaku perduli terhadap keberlanjutan lingkungan pada masyarakat Kampung Kuta? Bagaimana strategi yang dilakukan untuk melestarikan pamali dalam kaitannya dengan keberlanjutan lingkungan? Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori interaksionalisme simbolik untuk mengungkapkan perilaku pelestarian alam yang tumbuh dalam masyarakat melalui pelaksanaan pamali yang berkaitan dengan pelestarian alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi deskriftif-kualitatif. Pamali di Kampung Kuta merupakan seperangkat aturan adat yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang berupa amanah karuhun yang diikuti dan dipedomani oleh masyarakat Kampung Kuta. Pamali ini berisi larangan-larangan yang mengatur tindakan dan perilaku warga Kampung Kuta dalam aktivitas sehari-hari mereka, sehingga dalam pelaksanaannya pamali ini mengatur seluruh aspek kehidupan yang berjalan di Kampung Kuta baik itu dalam bidang sosial (tatakrama dan perilaku), bidang ekonomi (pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan sumber air dan tanah serta pengelolaan rumah dan pemukiman), dan juga di bidang pelestarian alam dan lingkungan. Perilaku perduli terhadap pelestarian alam pada masyarakat Kampung Kuta tumbuh melalui internalisasi nilai-nilai pamali pada masyarakat Kampung Kuta sehingga makna-makna yang terkandung dalam pamali dikonstruksi melalui interaksi sosial yang kemudian melahirkan tindakan sosial dan pola perilaku yang mencerminkan sikap perduli terhadap pelindungan dan pengawetan terhadap flora dan fauna langka yang ada di hutan keramat serta sikap perduli terhadap pemeliharaan alam dan sumber daya lokal yakni pohon aren dilingkungannya sehingga dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang lama. Upaya pelestarian budaya pamali untuk konservasi ekosistem dilakukan melalui proses internasisasi nilai-nilai budaya lokal pada masyarakat Kampung Kuta dan juga dilakukan melalui peran lembaga adat dalam pelaksanaan tradisi dan adat istiadat serta dalam pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pembangunan di kampung tersebut. Upaya pelestarian budaya pamali yang berkaitan dengan pelestarian alam didorong oleh beberapa faktor pendukung yaitu sosialisasi nilai-nilai tradisi lokal, efektivitas hukum adat, keaktifan lembaga adat, lokasi Kampung Kuta yang jauh dari industrialisasi dan urbanisasi serta dukungan pemerintah setempat dan pusat dalam proses pelestarian alam dan budaya. Kampung Kuta sebagai masyarakat yang terbuka terhadap modernisasi telah mengalami perubahan sosial yang mengakibatkan timbulnya kontradiksi antara sesepuh adat dan warga setempat, sehingga sesepuh adat mengambil langkah negosiasi. Proses negosiasi antara sesepuh adat dengan warga setempat tersebut menghasilkan tindakan dan perilaku sosial warga Kampung Kuta yang adaptif terhadap perkembangan modernisasi dengan cara memanfaatkan modernisasi secara bijak. Modernisasi di Kampung Kuta ini tidak melewati batasan-batasan yang ada dalam adat istiadat setempat, sehingga kearifan lokal dan budaya pamali di Kampung Kuta ini tetap bertahan demi keberlangsungan konservasi ekosistem di kampung tersebut.

Environmental and natural damage that occurs in the current era of globalization has become a serious problem. Modernization which is marked by the development of technology and communication in traditional communities is a threat to the sustainability of local wisdom and local traditions of a society. Kampung Kuta, which is located in Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, is a Sundanese traditional village that has succeeded in maintaining the conservation of natural ecosystems and their environment through its local cultural tradition, namely pamali. Pamali is a customary rule in the form of prohibitions or taboos that apply in one place in Kampung Kuta called the sacred forest. A sacred forest is a protected forest that is still maintained now. Through this phenomenon, this research examines: How do the people of Kampung Kuta interpret pamali in relation to efforts to protect the surrounding ecosystem? How do pamali cultivate caring behavior towards environmental sustainability in the people of Kampung Kuta? What is the strategy to preserve pamali in relation to environmental sustainability?. The analysis in this study uses the theory of symbolic interactionism to reveal the behavior of nature conservation that grows in society through the implementation of pamali related to nature conservation. The method used in this research is descriptive-qualitative phenomenology. Pamali in Kampung Kuta is a set of customary rules that contain life values in the form of ancestral message which is followed and guided by the people of Kampung Kuta. Pamali This contains prohibitions that regulate the actions and behavior of the residents of Kampung Kuta in their daily activities so that in its implementation Pamali this regulates all aspects of life that run in Kampung Kuta both in the social field (manners and behavior), the economic field (management of natural resources, management of water and land resources as well as management of houses and settlements), and also in the field of nature and environmental conservation. Caring behavior towards nature conservation in the people of Kampung Kuta grows through the internalization of values pamali in the people of Kampung Kuta so that the meanings contained in pamali are constructed through social interaction which then gives birth to social actions and behavioral patterns that reflect a caring attitude towards the protection and protection of the community. preservation of rare flora and fauna that exist in sacred forests as well as a caring attitude towards the preservation of nature and local resources, namely palm trees in their environment so that they can be useful in the long term. The efforts to preserve culture pamali for ecosystem conservation, are carried out through the process of internationalization of values local culture in the people of Kampung Kuta and also carried out through the role of traditional institutions in the implementation of traditions and customs as well as in decision making in the implementation of development in the village. The efforts to preserve culture pamali related to nature conservation are driven by several supporting factors, namely the socialization of local traditional values, the effectiveness of customary law, the activity of traditional institutions, the location of Kampung Kuta which is far from industrialization and urbanization as well as support from the local and central government in the process of nature conservation and culture conservation. Kampung Kuta as a society that is open to modernization has undergone social changes that have resulted in contradictions between the traditional elders and the local residents so that the traditional elders took steps to negotiate. The negotiation process between the traditional elders and the local residents resulted in the actions and social behavior of the residents of Kampung Kuta which were adaptive to the development of modernization by using modernization wisely. This modernization in Kampung Kuta does not cross the boundaries of local customs so that local wisdom and pamali culture in Kampung Kuta will continue to survive for the sustainability of ecosystem conservation in the village.

Kata Kunci : Pamali, Pelestarian Alam, Kearifan Lokal

  1. S2-2021-449282-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449282-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449282-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449282-title.pdf