Laporkan Masalah

Pertumbuhan Pascasapih Kambing Bligon Pada Dua Zona Agroekologi Kecamatan yang Berbeda

IHSHAN HABI ASHSHAADIQ, Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN

2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan ukuran tubuh kambing Bligon pascasapih pada zona agroekologi yang berbeda. Penelitian dilaksanakan dengan metode wawancara sebanyak 45 peternak dan pengukuran langsung. Data yang diambil meliputi karakteristik peternak, pakan yang diberikan, konsumsi pakan, perubahan bobot badan harian (PBBH), dan data ukuran tubuh ternak. Data perbedaan jenis kelamin dilakukan analisis menggunakan faktor koreksi dan perbedaan zona agroekologi dianalisis dengan menggunakan Independent Sample T-test. Konsumsi bahan kering, protein kasar, total digestible nutrients kambing Bligon zona perbukitan dan dataran rendah berturut-turut adalah 1,304+-0,289 dan 1,493+-0,352 kg/hari, 0,462+-0,105 dan 0,487+-0,200 kg/hari, serta 0,748+-0,167 dan 0,807+-0,249 kg/hari, PBBH pertama dan kedua kambing Bligon di zona perbukitan dan dataran rendah berturut-turut adalah 99,51+-53,74 dan 102,03+-60,79 g/hari serta 96,72+-23,69 dan 99,72+-23,69 g/hari. Ukuran tubuh kambing Bligon betina pada akhir pengukuran meliputi tinggi gumba, lebar dada, dalam dada, lingkar dada, tinggi pinggul, lebar pinggul dan panjang badan absolut pada zona perbukitan dan dataran rendah adalah tidah signifikan atau berbeda tidak nyata. Tidak ada perbedaan yang nyata antara kedua zona. Disimpulkan bahwa kambing Bligon pascasapih pada zona perbukitan kecamatan Imogiri dan dataran rendah kecamatan Pajangan mempunyai pertumbuhan dan ukuran tubuh yang sama.

This study was conducted to identify the post-weaning growth and body sizes of postweaning Bligon goats at differents agro-ecological zones. Fourty five farmers was collected using interview method and direct field observation. The observed variables included farmers characteristics, management system, feed intakes, and body size. The data obtained about a differents weights of sex was analyzed using the factor correction and a different of agroekologi zone was analyzed using the analysis of Independent Sample T-test. The dry matter, crude protein, and total digestible nutrients intakes of Bligon goats in the hilly and lowlands areas were 1.304+-0.289 and 1.493+-0.352 kg/day, 0.463+-0.105 dan 0.487+-0.200 kg/day, and; 0.748+-0.167 and 0.807+-0.249 kg/day. ADG of Bligon goats in the hilly and lowlands areas were 99.51+-53.74 and 102.03+-60.79 g/day and; 96.72+-23.69 and 99.72+-23.69 g/day. Body size female Bligon goats of the wither height, chest width, size in chest, chest girth, hip height, hip width, and body absolute lenght in the hilly and lowlands areas were not significant. There were not significant Bligon goats between in the hilly and lowlands areas. It is concluded that Bligon goats in the hilly sub-district Imogiri and lowlands sub-district Pajangan areas have the same post-weaning growth performance.

Kata Kunci : Kambing Bligon, pertumbuhan pascasapih, zona agroekologi

  1. S1-2021-413043-abstract.pdf  
  2. S1-2021-413043-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-413043-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-413043-title.pdf