ASPEK KETENAGAKERJAAN INDUSTRI MEBEL KAYU (Studi Kasus di Desa Panggang, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara)
JUNAEDY SLAMET WIBOWO , Ir. Djoko Suharno Radite, MS
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANTenaga kerja dan industri mempunyai hubungan yang saling berkaitan, dimana industri merupakan wadah, sedangkan tenaga kerja merupakan pelaksana proses produksi dalam suatu industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek sosial ekonomi, tingkat dan cara pengupahan, serta faktor-faktor pengembangan karir tenaga kerja. Sampel yang diambil dalam penelitian ini didasarkan ragam jems pekerjaan yang terdapat dalam industri pennebelan kayu di Desa Panggang..Total sampel yang diambil adalah 56 dari responden, dimana 33 untuk industri kecil dan 23 untuk industri besar. Hasil penelitian ini adalah : Tenaga kerja yang mendominasi industri pennebelan kayu mempunyai kisaran umur 21 - 30 tahun (53,56%), tingkat pendidikan SMA atau sederajat (35,70%), sudah berkeluarga (58,9%). Pendapatan yang diterima berada di atas Upah Minimum Provinsi (kecuali tukang amplas). Sistem upah yang berlaku adalah harian, borongan dan bulanan. Faktor pendukung pengembangan karir adalah adanya keinginan untuk meningkatkan posisi (67,90%), mudahnya memperoleh pengetahuan praktis (83,90%) serta tingginya pengalaman kerja (78,60%). Faktor penghambat adalah kebergantungan terhadap order yang diterima perusahaan, kurangnya sikap mental untuk memberikan kritik atau saran (60,70%), keterbatasan modal, serta peranan pengusaha yang sangat mutlak.
Kata Kunci : tenaga kerja, upah, karir