PENGARUH PERKEMBANGAN KEUANGAN TERHADAP EMISI KARBON NEGARA G20
SAYKHA SABILA ARAZ, Diny Ghuzini, S.E., M.Ec., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER SAINS ILMU EKONOMIPemanasan global merupakan salah satu isu lingkungan yang berpeluang menyebabkan perubahan iklim serta dapat menggangu aktivitas perekonomian. Pemicu fenomena ini antara lain disebebkan karena meningkatnya emisi gas rumah kaca khususnya karbon dioksida. Data menunjukkan emisi karbon dioksida secara global terus mengalami peningkatan, terlebih pada kelompok negara G20. Disisi lain index perkembangan keuangan yang mengukur perkembangan sektor keuangan disuatu negara menjadi harapan dalam perannya membantu mendorong kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indeks pasar dan Lembaga perkembangan keuangan terhadap polusi emisi karbon dioksida pada negara G20 tahun 1980-2018 menggunakan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan menyertakan variabel makro penjelas lainnya ke dalam persamaan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan non linearitas anatara variabel indeks perkembangan pasar keuangan terhadap emisi karbon pada sampel negara maju dan negara industri. Hubungan ini dijelaskan oleh kurva berbentuk U untuk negara industri sedangkan untuk negara maju dijelaskan oleh kurva berbentuk U terbalik. Kemudian, pengaruh indeks lembaga keuangan hanya signifikan pada sampel negara maju. Hal ini memberi pemahaman bahwasannya dalam sampel penelitian negara maju, perkembangan pasar keuangan memberikan dampak positif dibandingkan indeks lembaga keuangan terhadap kualitas lingkungan ketika mencapai tingkat tertentu. Sedangkan pengaruh yang sama tidak dijumpai pada negara industri.
Global warming is one of the environmental issues that has the potential to cause climate change and can disrupt economic activity. The trigger for this phenomenon among others is due to the increase in greenhouse gas emissions, especially carbon dioxide. Data shows that global carbon dioxide emissions continue to increase, especially in the G20 group of countries. On the other hand, the financial development index which measures the development of the financial sector in a country is hopeful in its role in helping to encourage environmental quality. This study aims to determine the effect of market and financial development index on carbon dioxide emission pollution in G20 countries in 1980-2018 using Autoregressive Distributed Lag (ARDL) by including other explanatory macro variables into the equation. The results show that there is a non-linearity relationship between the financial market development index and carbon emissions in both samples, advance and emerging countries. This relationship is explained by a U-shaped curve for emerging countries while for advance countries it is described by an inverted U-shaped curve. Then, the effect of the financial institution index is only significant in advance countries. This gives an understanding that in the advance countries sample, the development of financial markets has a positive impact compared to the index of financial institutions on environmental quality when it reaches a certain level. While the same effect is not found in emerging countries.
Kata Kunci : Emisi karbon, degradasi lingkungan, perkembangan keuangan, G20, Autoregressive Distributed Lag