PENGARUH TIGA JENIS TANAH TERHADAP KADAR SILIKA BAMBU APUS (GIGANTOCHLOA APUS KURZ.) DAN HUBUNGANNYA DENGAN INTENSITAS SERANGAN PENGGEREK BATANG OMPHISA SP.
ALISEPTA WIRASTANTO, Ir. Subyanto, M.S.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANBambu Apus termasuk jenis yang rentan terhadap hama, salah satunya adalah hama penggerek batang Omphisa sp. Akan tetapi informasi mengenai hama ini di Indonesia masih sangat sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis tanah terhadap kadar silika pada bambu Apus serta untuk mengetahui hubungan kadar silika bambu Apus dengan intensitas serangan penggerek batang Omphisa sp. sehingga diharapkan dapat menambah informasi yang bermanfaat untuk dijadikan petunjuk dan dasar pertimbangan dalam pengembangan tanaman bambu Apus pada jenis tanah yang tepat. Dalam penelitian ini terdapat satu sumber variasi yaitu jenis tanah. Tanah dibedakan ke dalam tiga jenis, yaitu tanah Regosol Volkanik, Latosol dan Mediteran. Diawali dengan observasi lapangan, penelitian ini dilanjutkan dengan pengambilan data, pengamatan visual gejala serangan untuk menghitung intensitas serangan Omphisa sp. dan penebanganbambu untuk diuji kadar silikanya dengan menggunakan metode dari Association ofOfficial Agriculture Chemists. Penghitungan statistik dalam penelitian ini menggunakan analisis varian. Kecenderungan pengaruh jenis tanah terhadap tinggi-rendahnya kadar silika bambu Apus serta kecenderungan jenis tanah dalam tinggi rendahnya intensitas serangan penggerek batang Omphisa sp. dianalisis lanjut menggunakan DuncanMultiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah berpengaruh terhadap kadar silika bambu Apus, Bambu Apus yang tumbuh pada jenis tanah yang berbeda memiliki kadar silika yang berbeda. Bambu yang berada pada tanah Mediteran memiliki kadar silika yang paling tinggi sebesar 1,5250 %. Bambu Apus dari tanah Latosol memiliki kadar silika sebesar 1,2767 %. Kadar silika paling rendah dimiliki oleh bambu Apus dari tanah Regosol Volkanik sebesar 0,7300 %. Hasil pengamatan intensitas serangan menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara rata-rata intensitas serangan pada ketiga jenis tanah. Intensitas serangan paling tinggi terdapat pada rumpun bambu Apus dengan tanah jenis Regosol Volkanik sebesar96 %, diikuti oleh rumpun bambu Apus dengan tanah jenis Latosol dengan rata-rata intensitas serangan sebesar 94 %. Intensitas serangan Omphisa sp. terendah terdapat pada rumpun bambu Apus dengan tanah jenis Mediteran, yaitu sebesar 32 %. Ada hubungan, bahwa semakin tinggi kadar silika bambu Apus akan membuat intensitas serangan Omphisa sp. cenderung berkurang. Sebaliknya, semakin rendah kadar silika bambu Apus, maka intensitas serangan Omphisa sp. akan semakin tinggi.
Kata Kunci : Omphisa sp., bambu Apus, kadar silika, jenis tanah, penggerek batang, intensitas serangan.