ANALISIS KOMUNITAS TUMBUHAN BAWAH YANG BERKHASIAT OBAT DI DESA PEMATANG KABAU, JAMBI
Yuna Brata Purba, Ir. Atmodjo Thojib, MS
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan di Desa Pematang Kabau merupakan hutan tropis dataran rendah. Hutan di desa ini dihuni oleh beberapa Orang Rimba yang merupakan suku endemik Indonesia. Orang Rimba sangat menggantungkan kehidupannya pada hutan sebenamya untuk memenuhi kebutuhan mereka akan sumber makanan, tempat hidup dan obat-obatan. Tumbuhan bawah sebagai salah satu sumber obat-obatan bagi Orang Rimba merupakan salah satu elemen penting dalam ekosistem hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kerapatan populasi tumbuhan bawah yang berkhasiat obat, indeks keanekaragaman komunitas, pola persebaran spasial tiap populasi tumbuhan bawah dan cara pemanfaatan tumbuhan bawah yang berkhasiat obat oleh Oang Rimba. Untuk mengetahui nilai kerapatan dilakukan dengan membandingkan total individu populasi tumbuhan bawah yang berkhasiat obat pada keseluruhan petak ukur, dengan total luasan petak ukumya. Untuk mengetahui indeks komunitas tumbuhan bawah yang berkhasiat obat dilakukan dengan menggunakan Indeks Shannon. Untuk mengetahui pola persebaran populasi tumbuhan bawah yang berkasiat obat dilakukan dengan Rumus Varian-Mean-Ratio. Untuk mengetahui cara pemanfaatan tumbuhan obat dilakukan dengan analisis Semi Structure. Tumbuhan obat yang memiliki nilai kerapatan tertinggi adalah Tumbuhan Akar Kancil (Smilax zeylanica I.) dengan 30.000 individu per hektar. Indeks keanekaragaman komunitas adalah 0,57203 dimana indeks ini termasuk rendah. Pola persebaran spasial yang paling banyak adalah mengelompok (clumped). Pemanfaatan tumbuhan obat dilakukan oleh Orang Rimba kebanyakan tanpa pengolahan terlebih dahulu.
Kata Kunci : Hutan tropika, tumbuhan bawah, tumbuhan obat, Orang Rimba