PENGARUH KONSENTRASI MEDIA DASAR TERHADAP KEBERHASILAN INDUKSI KALUS DAN TUNAS BEBERAPA PROVENANS Acacia mangium Willd.
RETNO AGUSTARINI, Ir. W.W. Winarni,M.P.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANMeningkatnya kebutuhan kayu berimbas pada menipisnya hutan alam di Indonesia, sehingga perlu pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI). Salah satu jenis prioritas HTI adalah Acacia mangium Willd. Dewasa ini, pengembangan A.mangium Willd. secara in vitro semakin digalakkan. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kisaran konsentrasi media dasar MS (Murashige and Skoog) yang sesuai untuk induksi kalus dan tunas. Juga diharapkan dapat diketahui provenans yang terbaik yang dicoba ditanam secara in vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Bioteknologi dan Tanah Hutan Jurusan Budidaya Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjahmada Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah CRD (Completly Randomized Design) dengan pola faktorial, yaitu 4 faktor konsentrasi media ( 'l4, Y2, % dan MS penuh), 2 faktor jenis eksplan ( hipokotil dan radikel pada induksi kalus; serta eksplan kotiledon dan tunas ujung pada induksi tunas) dan J faktor provenans (Jullaten, Oriomo River, El Arish). Analisis paska anava menggunakan uji LSD (Least Significant Differrence). Pengamatan dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif selama 30 hari. Pada induksi kalus, pengamatan kuantitatif meliputi jumlah dan diameter kalus; sedangkan pada induksi tunas meliputi jumlah dan panjang tunas. Pengamatan kualitatif berupa pengamatan warna dan arah pertumbuhan kalus pada induksi kalus serta wama tunas pada induksi tunas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi media yang terbaik untuk induksi kalus dan tunas adalah 'l4 MS. Jenis eksplan terbaik untuk induksi kalus adalah hipokotil serta kotiledon pada induksi tunas. Sedangkan provenans yang memberikan pertumbuhan terbaik adalah EL Arish dari Queensland.
Kata Kunci : Budidaya in vitro, A. mangium Willd., Konsentrasi Media Dasar, Provenans