Laporkan Masalah

STUDI PAKAN RUSA JAWA (Cervus timorensis russa, Mull. & Schl.) DI PENANGKARAN RUSA STASIUN FLORA FAUNA BUNDER KABUPATEN GUNUNG KIDUL

HERU SETIAWAN, Dr. Ir. Djuwantoko, M.Sc.

2004 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Rusa Jawa (Cervus timorensis) merupakan salah satu satwa liar asli Indonesia yang dilindungi Undang-Undang. Keberadaannya di alam terancam punah karena perburuan liar. Salah satu usaha untuk menghindarkan dari kepunahaan adalah dengan penangkaran. Penelitian dilakukan di penangkaran rusa SFF Bunder bertujuan untuk : 1. Mengetahui jumlah, kepadatan dan struktur populasi. 2. Mengetahui pola perilaku harian rusa jawa. 3. Mengetahui jenis pakan, kebutuhan pakan dan sumber pakan. 4. Mengetahui tingkat palatabilitas (tingkat kesukaan) pakan. 5. Mengetahui kandungan gizi pakan di penangkaran rusa SFF Bunder. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan langkah-langkah pengamatan yang meliputi : 1. Pencatatanjumlah dan struktur populasi dengan observasi langsung dan dengan menggunakan data sekunder. 2. Pola perilaku harian rusa diamati dengan metode Focal Animal Sampling terhadap lima unit sampel yang terdiri atas kelas umur anak, betina muda, jantan muda, betina dewasa dan jantan dewasa. Perilaku yang diamati terdiri atas perilaku makan, bergerak, istirahat dan perilaku lain-lain dengan interval waktu antara pukul 06.00 18.00 WIB. 3. Analisis pakan yang meliputi jenis pakan, kebutuhan pakan, sumber pakan, palatabilitas (tingkat kesukaan) pakan dan kandungan gizi pakan dengan menggunakan metode analisis proksimat. Jumlah individu rusajawadi penangkaran rusa SFF Bunder 23 ekor terdiri atas kelas umur jantan dewasa 2 ekor, betina dewasa 5 ekor, jantan muda 4 ekor, betina muda 4 ekor, anak-anak 8 ekor dengan kepadatan populasi mencapai 128 ekor/Ha. Pola perllaku harlan rusajawa secara umum dimulai dari yang paling dominan adalah perilaku istirahat 33,01%, perilaku gerak 31,79%, perilaku makan 22,28% dan perilaku lain-lain 12,92%. Kebutuhan ~ pakan perhari mencapai 128,9 Kg. Tingkat palatabilitas pakan relatifterhadap empat sampel pakan mulai yang tertinggi adalah kolonjono (Brachiaria mutica) 40,02%, daunjagung (Zea mays) 33,94%, lamtoro (Leucaena leucocephala) 23,45% dan daun gamal (Gliricidea sepium) 2,6%. Hasil analisis proksimat terhadap empatjenis sampel adalah untuk persentase kadar air tertinggijterdapat pada rumput kolonjono 82,36% terendah pada lamtoro 29,6%. Kadar abu tertinggi pada daun lamtoro 7,65% terendah pada kolonjono 2,29%. Kadar lemak tertinggi pada lamtoro 3,39% terendah pada jagung 1,02%. Kadar serat kasar tertinggi pada lamtoro 12,26% terendah pada gamal 6,1%. Kadar protein tertinggi pada lamtoro 15,18% terendah pada kolonjono 1,33%. Kadar karbohidrat tertinggi pada lamtoro 31,93% terendah pada kolonjono 5,14%.

Kata Kunci : Rusa jawa, pakan, tingkat kesukaan, analisis proksimat, SFF Bunder

  1. S1-2004-130315_ABSTRACT.pdf  
  2. S1-2004-130315_BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2004-130315_TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S1-2004-130315_TITLE.pdf