Laporkan Masalah

Manajemen Laba, Kondisi Finansial, dan Investasi Abnormal: Perspektif Teori Keperilakuan

FIRDAUS KURNIAWAN, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak., CA.

2021 | Tesis | MAGISTER SAINS AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh praktik manajemen laba dan kondisi keuangan perusahaan terhadap keputusan investasi abnormal perusahaan berdasarkan sudut pandang cognitive dissonance theory, prospect theory, dan psychological projection. Investasi abnormal diukur perbedaan antara tingkat investasi aktual perusahaan dan tingkat investasi yang diprediksi menggunakan model yang dikembangkan oleh (Richardson, 2006). Praktik manajemen laba diukur menggunakan metode discretionary accruals mengikuti model yang dikembangkan oleh Kothari dkk. (2005). Penelitian ini memodifikasi persamaan pengukuran financial distress yang dikembangkan oleh (Altman, 1968), dengan memertimbangkan tingkat utang perusahaan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek negara-negara yang masuk ke dalam kategori negara maju dan negara berkembang berdasarkan klasifikasi united nation, dengan periode penelitian dari tahun 2010 hingga tahun 2019. Penelitian ini memberikan bukti empiris hubungan antara manajemen laba dan tingkat investasi abnormal. Penelitian ini menunjukkan bukti empiris bahwa kondisi keuangan perusahaan berpengaruh terhadap tingkat investasi abnormal perusahaan di masa depan. Hasil pengujian two stage least square mengindikasikan bahwa hubungan antara praktik manajemen laba, kondisi keuangan perusahaan, dan tingkat investasi abnormal perusahaan bersifat antecedent Pengaruh bias kognisi yang diakibatkan oleh kondisi keuangan perusahaan, mendorong manajemen perusahaan untuk melakukan praktik manajemen laba pada tahun berjalan, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap investasi abnormal di masa depan.

This study aims to examine the effect of earnings management practices and company financial conditions on abnormal company investment decisions based on cognitive dissonance theory, prospect theory, and psychological projection. Abnormal investment has measured the difference between the company's actual investment level and the predicted level of investment using the model developed by (Richardson, 2006). Earnings management practices are measured using the discretionary accruals method following the model developed by Kothari et al. (2005). This study modifies the financial distress measurement equation developed by (Altman, 1968), taking into account the company's debt level. The sample in this study consists of companies listed on the stock exchanges of countries that fall into the category of developed countries and developing countries based on the united nation's classification, with the research period from 2010 to 2019. This study provides empirical evidence of the relationship between management abnormal profit and investment rate. This study shows empirical evidence that the company's financial condition affects the company's abnormal investment level in the future. The two-stage least square test results indicate that the relationship between earnings management practices, the company's financial condition, and the company's abnormal investment level is antecedent. The influence of cognitive bias caused by the company's financial condition encourages practice earnings management in the current year and affect abnormal future investments.

Kata Kunci : manajemen laba, kondisi keuangan, investasi abnormal, financial distress, financial sound, discretionary accruals, prospect theory, cognitive dissonance theory, psychological projection

  1. S2-2021-452848-Abstract.pdf  
  2. S2-2021-452848-Bibliography.pdf  
  3. S2-2021-452848-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-452848-title.pdf