HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK HUJAN DENGAN WAKTU PASANG (Tp), WAKTU SURUT (Tb) DAN DEBIT PUNCAK (Qp) (Studi Kasus Di Hutan Pinus DTA Rahtawu RPH Jati, BKPH Baturetno, KPH Surakarta)
LISKA DWIGUNA , Ir, Sri Astuti Soedjoko
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan merniliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Salah satunya sebagai pengatur ikim mikro, perlindungan terhadap banjir dan pengatur daur air. Berkaitan dengan hal di atas maka hujan yang jatuh ke dalam suatu DAS akan mempengaruhi bentuk hidrografaliran. Komponen hidrograf aliran terdiri dari waktu pasang (Tp), waktu surut (Tb) dan debit puncak (Qp). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik hujan dengan respon waktu pasang, waktu surut dan debit puncak. Pada penelitian ini dipilih minimal 30 pasang data hidrograf tinggi muka air (TMA) kejadian hujan tunggal dari alat pencatat TMA otomatis (AWLR) dan data hujan dari alat pencatat curah hujan otomatis (ARR). Dari hidrograf TMA diubah menjadi hidrograf aliran dengan menggunakan persarnaan discharge rating curve. Pernisahan direct run offdengan base flow dilakukan untuk menentukan titik mulai naik dan titik akhir resesi dari hidrograf aliran. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda menggunakan bantuan program SPss for Windows. Karaakteristik hujan yang berupa lama hujan (Dr), tebal hujan (P) dan intensitas hujan maksimum 30 menit (ho) berfungsi sebagai variabel bebas sedangkan Tp, Tb dan Qp sebagai variabel bergantung. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa karakteristik hujan yang berpengaruh terhadap waktu pasang adalah tebal hujan dan intensitas hujan maksimum 30 menit, sedangkan lama hujan terbukti tidak berpengaruh. Pada analisis waktu surut dan debit puncak terbukti bahwa ketiga karakteristik hujan tidak berpengaruh terhadap waktu surut dan debit puncak. Taksiran besarnya waktu pasang dapat diketahui melalui persamaan:
Kata Kunci : hujan, waktu pasang, waktu surut, hutan