PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN PADA PENGAWETAN KAYU KARET DENGAN BAHAN PENGAWET ALFAMETRIN TERHADAP SERANGAN RAYAP KAYU KERING Cryptotermes cynocephalus Light
Nur Alamin , Dr. Ir. Sutjipto, A.Hadikusnmo,M.Sc.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANBerkurangnya pasokan kayu dari hutan dan meningkatnya kebutuhan manusia terhadap kayu telah menyebabkan meluasnya penggunaan berbagai jenis kayu yang semula kurang diminati oleh masyarakat seperti kayu karet, yang memiliki keawetan yang rendah. Oleh karena itu untuk meningkatkan keawetan kayu Karet perlu dilakukan usaha pengawetan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi yang optimal bahan pengawet Alfametrin dan mengetahui pengaruh lama perendaman pada pengawetan. Metode pengawetan yang digunakan adalah pengawetan rendaman dingin dengan variasi lama perendaman 1 hari, 3 hari dan 5 hari. Bahan penelitian berupa kayu Karet dengan ukuran 3 x 3 x 5 em dan bahan pengawet Alfametrin dengan konsentrasi 0,002%; 0.004% dan 0,006%. Lama uji serangan terhadap rayap kayu kering dilakukan selama 30 hari. Parameter yang diamati adalah absorbsi, retensi aktual, pengurangan berat, derajat kerusakan dan mortalitas rayap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi berpengaruh terhadap absorbsi, retensi aktual, pengurangan berat dan derajat kerusakan namun tidak berpengaruh terhadap mortalitas rayap. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi absorbsi dan retensi aktual sedangkan nilai pengurangan berat dan derajat kerusakan semakin rendah. Adapun faktor lama perendaman berpengaruh terhadap absorbsi, retensi aktual, pengurangan berat, derajat kerusakan dan mortalitas rayap. Semakin lama perendaman, maka semakin rendah nilai pengurangan berat dan derajat kerusakan, namun nilai mortalitas rayap semakin besar. Untuk konsentrasi bahan pengawet yang disarankan untuk digunakan dalam mengawetkan kayu karet dengan metode rendaman dingin adalah konsentrasi 0,006 % dengan lama perendaman 3 hari.
Kata Kunci : Kayu karet, Alfametrin, Rayap Kayu Kering