PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus brevis PADA LARUTAN IRIGASI KURKUMIN DALAM MENINGKATKAN DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Aggregatibacter actinomycetemcomitans
RADINDA FARIDZYA F, drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. ; drg. Rezmelia Sari, M.Sc., Sp.Perio
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIAggregatibacter actinomycetemcomitans merupakan salah satu bakteri penyebab periodontitis. Pengendalian bakteri tersebut dapat menggunakan adjuvant berupa antibakteri bahan irigasi pada perawatan scaling dan root planning. Kunyit (Curcuma longa Linn.) mengandung kurkumin yang memiliki sifat antibakteri. Kurkumin dapat diperkaya dengan cell-free supernatants (CFS) Lactobacillus brevis untuk meningkatkan antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus brevis pada larutan irigasi kurkumin dalam meningkatkan daya hambat pertumbuhan Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Kelompok uji pada penelitian yaitu kontrol positif (obat kumur ekstrak sirih), kontrol negatif (akuades), CFS, kurkumin 1%, kurkumin 0,1%, kurkumin 1%, kurkumin yang diperkaya CFS 1%, 0,1% dan 0,01%. Uji daya hambat terhadap Aggregatibacter actinomycetemcomitans menggunakan metode difusi sumuran. Setiap cawan petri dibuat tiga sumuran. Sumuran dioleskan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans dan diberi perlakukan kelompok uji, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Pengukuran diameter zona hambat menggunakan sliding caliper satuan milimeter. Data hasil penelitian selanjutnya dilakukan uji one-way ANOVA dan LSD. Hasil penelitian yang telah dilakukan uji LSD menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) pada zona hambat kelompok kurkumin jika dibandingkan dengan kelompok kurkumin yang diperkaya CFS. Urutan zona hambat dari paling tinggi adalah kontrol positif, kurkumin 1% yang diperkaya CFS, CFS, kurkumin 0,1% yang diperkaya CFS, kurkumin 0,01% yang diperkaya CFS, kurkumin 1%, kurkumin 0,1%, dan kurkumin 0,01%. Tidak ada zona hambat pada kontrol negatif. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan probiotik Lactobacillus brevis pada larutan irigasi kurkumin berpengaruh dalam meningkatkan daya hambat pertumbuhan Aggregatibacter actinomycetemcomitans.
Periodontitis is caused by the bacteria Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Scaling and root planning by antibacterial irrigation fluid adjuvant could be used to control these bacteria. Turmeric (Curcuma longa Linn.) contains curcumin which has antibacterial properties. Curcumin can be enrich with cell-free supernatants (CFS) Lactobacillus brevis to enhance antibacterial properties. This study aims to determine the effect of adding the probiotic Lactobacillus brevis to curcumin irrigation solution in increasing the growth inhibition of Aggregatibacter actinomycetemcomitans. The independent variables of this study were positive control (betel extract mouthwash), negative control (aquadest), CFS, 1% curcumin, 0,1% curcumin, 1% curcumin, 1% CFS enriched curcumin, 0,1% and 0,01%. Inhibition test against Aggregatibacter actinomycetemcomitans using well diffusion method. Three wells were made for each petri dish. The wells were smeared with Aggregatibacter actinomycetemcomitans bacteria, treated with the test group, and then incubated for 24 hours. The diameter of the inhibition zone was measured using a millimeter sliding caliper. The data from the next study were carried out with one-way ANOVA and LSD tests. After the LSD test, the result showed a significant difference (p<0.05) in the curcumin group inhibitor compared to the curcumin group enriched with CFS. The sequence from most potent inhibitors to the lowest followed control positive, curcumin 1% enriched with CFS, curcumin 0.01% enriched with CFS, curcumin 1%, curcumin 0.1%, and curcumin 0.01%. No inhibitor was observed in the negative control. This research concluded that the Lactobacillus brevis added into curcumin irrigation solution inhibited the growth of Aggregatibacter actinomycetemcomitans.
Kata Kunci : Kata kunci: Aggregatibacter actinomycetemcomitans, CFS, kurkumin, Lactobacillus brevis