Laporkan Masalah

STRATEGI KEMENANGAN ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN DI TENGAH BUDAYA PATRIARKI: STUDI KEMENANGAN FARINA CHURUN INI DAN SRI WARSINI SEBAGAI ANGGOTA DPRD PEREMPUAN KOTA PROBOLINGGO DALAM PILEG 2019-2024

MASDA PUTRI AMELIA, Dra. Ratnawati, SU

2021 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi kemenangan Calon Legislatif (caleg) perempuan, dengan studi kasus Pemilihan Legislatif (pileg) 2019-2024 di Kota Probolinggo, yaitu Farina Churun Inin dan Sri Warsini. Meski telah ditetapkankebijakan diskriminasi positif (affirmative action) melalui Undang-undang (UU) No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, UU No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, dan UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum, bahwa setiap partai politik harus memenuhi kewajibannya untuk memasukkan minimal 30% perempuan dalam daftar caleg yang diajukannya dalam Pileg. Namun,sejak dikeluarkannya kebijakan tersebut, tren kemenangan caleg perempuancenderung menurun dengan angka terendah 13% di Kota Probolinggo pada pileg 2019-2024. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi yang digagas oleh Anthony Giddens. Teori Giddens dipilih karena dapat menjelaskan praktik-praktik sosial yang terjadi, menghambat atau menguntungkan. Kemudian bagaimana cara atau strategi demi menyiasati praktik-praktik sosial tersebut hingga menjadi peluang kemenangan.Jenis penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasusmenggunakan teknik field research dan studi kepustakaan. Temuan dari penelitian ini adalah, terdapat berbagai faktor enabling (menguntungkan) dan constraining (menghambat) yang terjadi dalam upaya pemenangan caleg perempuan di Probolinggo.Yang termasuk ke dalam faktor constraining adalah: identitas gender, budaya patriarki, komunikasi, strategi kampanye, vote buying,agama dan loyalitas pendukung.Kemudian yang menjadi faktor enabling adalah pemilihan daerah pemelihan dan kebijakan affirmative action. Farina Churun Inin dan Sri Warsini menyiasati kondisi ini dengan melakukan beberapa aksi. Aksi yang dilakukan oleh Farina Churun Inin dan Sri Warsini sebagai upaya untuk menggeser struktur sosial yang selama ini melekat di daerah pilihannya masing-masing.

This study aims to analyze the winning strategies of female legislative candidates, with a case study of the 2019-2024 legislative elections in Probolinggo, and the female legislative are Farina Churun Inin and Sri Warsini. Although a policy of affirmative action has been established through Law No. 12 of 2003 on General Elections, Law No. 2 of 2008 concerning Political Parties, and Law No. 10 of 2008 concerning General Elections, that every political party must fulfill its obligation to include at least 30% of women in the list of candidates it proposes in legislative elections. However, since the issuance of this policy, the trend of winning female candidates has tended to decline with the lowest figure of 13% in Probolinggo, in the 2019-2024 legislative elections. This study uses the structuration theory proposed by Anthony Giddens. Giddens' theory was chosen because it can explain social practices, that����¯�¿�½������¢������¯������¿������½������¯������¿������½s enabling or constraining. Then how strategies to strive these social practices become opportunities for victory. This type of research is a qualitative method with a case study approach using field research techniques and literature study. The result of this study,there are various enabling and constraining factors that happened to win the women candidates in Probolinggo. Included in the constraining factors are: gender identity, patriarchal culture, communication, campaign strategies, vote buying, religion and supporter loyalty. Then the enabling factors are: the selection of the selection area and the affirmative action policy. Farina Churun Inin and Sri Warsini got around this condition by taking several actions. The action carried out by Farina Churun Inin and Sri Warsini was an attempt to shift the social structure that had been inherent in their respective areas of choice.

Kata Kunci : patriarchy, female candidates, structures, agents

  1. S2-2021-419137-abstract.pdf  
  2. S2-2021-419137-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-419137-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-419137-title.pdf